Produgen :: 100% Kalsium Susu | Kalsium Susu | Kalsium Susu Lebih Baik dan Aman Untuk Dikonsumsi
| Reaksi: |
Nissan Skyline GT-R 2007 Kaizo
renungan pagi, manajemen diri, manejemen konflik
| Reaksi: |
BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN KREDIBILITAS SEORANG MANAJER ¶ Memperlakukan bawahan sebagai individu yang bermanfaat
¶ Senantiasa menjaga hubungan personal dengan bawahan
¶ Senantiasa menjaga hubungan dengan kolega/teman
¶ Selalu memegang janji yang pernah diucapkan
¶ Memiliki komitmen dan konsistensi yang tinggi
¶ Berupaya berpikir rasional dan proporsional
¶ Menyikapi setiap masalah secara jernih
¶ Mengikuti perkembangan teknologi dan ekonomi dunia
¶ Mampu membaca situasi secara jernih
¶ Tidak pernah berhenti untuk belajar
¶ Berusaha untuk berjalan di atas rel aturan
¶ Senantiasa meningkatkan komunikasi dengan bawahan, atasan maupun teman
¶ Senantiasa berperilaku menyenangkan
¶ Berusaha menjauhi perbuatan maksiat
¶ Bersikap adil dan tidak pilih kasih
¶ Mempertahankan prinsip hidup yang benar
¶ Bisa fleksibel dengan hal-hal yang masih bisa ditolerir
¶ Mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dari berbagai aspek
¶ Mengutamakan kepentingan orang banyak
¶ Senantiasa meningkatkan ibadah
KUNCI SUKSES
MEMBANGUN
SEMANGAT BAWAHAN
¶ Tunjukkan tujuan dan sasaran organisasi kepada bawahan
¶ Sosialisasikan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran
¶ Bangun rasa bangga sebagai anggota organisasi
¶ Berikan imbalan gaji dan imbalan yang wajar
¶ Tanamkan bahwa bekerja adalah ibadah
¶ Berikan pemahaman bahwa hak dan kewajiban harus seimbang
¶ Berikan perintah seolah-olah kita minta tolong
¶ Kembangkan suasana kerja yang kondusif
¶ Tanggapi secara positif setiap masukan dari Bawahan
¶ Akuilah ide bawahan sebagai bentuk kontribusi mereka
¶ Dengarkan keluhan bawahan secara seksama
¶ Tebarkan senyum persahabatan kepada Bawahan
¶ Hindari kesan kekuasaan
¶ Berikan tugas dan perintah secara jelas
¶ Berikan kepercayaan yang memadai
¶ Hindari pengawasan yang terlalu ketat
¶ Hargailah hasil kerja bawahan secara wajar
¶ Berikan pujian yang tulus
¶ Berikan kritik dan saran secara bijak
¶ Jika melakukan perubahan, berikan sosialisasi yang cukup
BAGAIMANA
MEMBANGUN KOMUNIKASI DENGAN BAWAHAN
∞ Menghargai keberadaan bawahan
∞ Tidak menganggap dirinya paling pintar dan Benar
∞ Berbicara dengan santun walau dengan bawahan
∞ Berusaha berbicara jelas dan runtut
∞ Memberikan pengayoman kepada bawahan
∞ Berusaha menjadi pendengar yang baik
∞ Tidak segan menanggapi keluhan bawahan
∞ Sering turun langsung menemui bawahan
∞ Memberi kesempatan bawahan untuk
∞ menyampaikan pendapat
∞ Tidak terlalu membuat jarak dengan bawahan
∞ Memberikan perintah dengan jelas
∞ Memberikan kritik dan saran secara konstruktif
∞ Tidak memaksakan kehendak pada bawahan
∞ Tidak sulit untuk ditemui
∞ Menyediakan waktu untuk konsultasi
∞ Menciptakan suasana kerja yang kondusif`
∞ Sering mengadakan acara non formal
∞ Memahami kelemahan dan kekurangan Bawahan
∞ Tidak mudah marah kepada bawahan
∞ Tidak suka mengandalkan kekuasaannya
SIKAP POSITIF
SEORANG MANAJER
¶ Memiliki prinsip hidup yang kuat
¶ Hati-hati dan perhitungan dalam setiap Langkah
¶ Pandai memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk
¶ Berusaha tidak larut dalam perkembangan negatif
¶ Menyikapi setiap perubahan secara positif
¶ Mampu mengambil hikmah dari setiap Perubahan
¶ Tidak mudah menyerah dan putus asa
¶ Bersikap antisipatif dan proatif
¶ Kreatif dan inovatif
¶ Berusaha untuk bersikap preventif
¶ Cenderung menggalang kerja sama
¶ Konsisten dan konsekuen
¶ Memiliki sikap disiplin yang tinggi
¶ Mengikuti perkembangan dunia global
¶ Berusaha untuk tidak gagap teknologi
¶ Senantiasa menciptakan peluang-peluang
¶ Selalu berpikir jauh ke depan
¶ Tanggap terhadap ancaman yang akan Datang
¶ Setiap kegiatan selalu memasang target
¶ Mampu merumuskan tujuan dan sasaran
secara rasional
CARA MEMBANGUN
HUBUNGAN HARMONIS
DENGAN BAWAHAN
¶ Memberikan perintah secara bijak kepada
Bawahan
¶ Memberikan teguran secara bijak kepada
Bawahan
¶ Tidak pilih kasih
¶ Tidak membenci bawahan
¶ Menilai prestasi bawahan secara adil
¶ Tidak mengancam bawahan
¶ Melihat bawahan dari sisi positif
¶ Tidak menjatuhkan bawahan di depan orang Lain
¶ Senang menerima ide dan usulan bawahan
¶ Mau mengalah kepada bawahan
¶ Memberikan kepercayaan kepada bawahan
¶ Menyimpan rahasia bawahan
¶ Bersikap fleksibel kepada bawahan
¶ Senantiasa memberikan bimbingan
¶ Memberikan kesempatan maju kepada
bawahan
¶ Senantiasa menepati janji
¶ Tidak pernah meminta upeti kepada Bawahan
¶ Menghargai karya bawahan
¶ Tidak suka membuat repot bawahan
¶ Bertanggungjawab dengan apa yang dilakukan Bawahan
CARA EFEKTIF
MENJADI
TELADAN BAWAHAN
¶ Datang ke kantor tepat waktu
¶ Tidak menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi
¶ Tidak memanfaatkan bawahan untuk kepentingan pribadi
¶ Menunjukkan etos kerja yang tinggi
¶ Tidak menggunakan jam kerja untuk kepentingan pribadi
¶ Tidak melakukan perbuatan yang tidak Pantas
¶ Tidak menerima yang bukan haknya
¶ Tidak menyuruh bawahan pada hal-hal Negatif
¶ Tidak mengeluh di depan bawahan
¶ Tidak memanfaatkan kegiatan untuk kepentingan pribadi
¶ Bersikap wajar di depan anak buah
¶ Jika dinas keluar kota memberitahu bawahan
¶ Memiliki rasa tanggungjawab yang besar
¶ Satunya ucapan dan perbuatan
¶ Menyikapi perubahan secara positif
¶ Tidak mudah menyalahkan bawahan
¶ Mudah memberi maaf dan minta maaf
¶ Tidak pelit dan kikir
¶ Tidak terlalu kaku pada bawahan
¶ Melaksanakan kewajiban sebagai umat beragama
KEAHLIAN APA
YANG HARUS DIMILIKI
SEORANG MANAJER
¶ Ahli pidato dan berbicara
¶ Ahli mempengaruhi dan merayu orang lain
¶ Ahli diplomasi dan berdebat
¶ Ahli membuat proposal
¶ Ahli mengatur waktu
¶ Ahli membuat skala prioritas
¶ Ahli mengatur dan mengendalikan anggaran
¶ Ahli membuat tulisan
¶ Ahli mencari alasan dan pembenaran
¶ Ahli menciptakan visi dan misi
¶ Ahli melihat dan menemukan peluang
¶ Ahli mencari solusi permasalahan
¶ Ahli melihat kelemahan dan kekuatan organisasi
¶ Ahli menyusun strategi
¶ Ahli menata organisasi
¶ Ahli membuat jaringan kerja (net working)
¶ Ahli mengamati dan membaca situasi
¶ Ahli menutupi kelemahan organisasi
¶ Ahli menangkis balik serangan lawan atau Pesaing
¶ Ahli mempertahankan prinsip
KEBERANIAN
SEORANG MANAJER
¶ Berani membuat mimpi (visi)
¶ Berani menentukan sasaran
¶ Berani mengambil resiko
¶ Berani mengambil keputusan
¶ Berani bertanggungjawab
¶ Berani mengatakan apa adanya
¶ Berani mengungkap ketidakberesan
¶ Berani mempertahankan prinsip
¶ Berani mengingatkan bawahan
¶ Berani mengatakan tidak
¶ Berani memberi contoh dan teladan
¶ Berani melakukan perubahan
¶ Berani berkorban
¶ Berani menolak yang bukan haknya
¶ Berani menghadapi ancaman
¶ Berani menangkap peluang
¶ Berani melakukan amar ma'ruf nahi mungkar
¶ Berani mengoreksi diri sendiri
¶ Berani menerima kritik
¶ Berani menghadapi protes bawahannya
KEBIASAAN MANAJER
YANG INFORMATIF
¶ Menjelaskan hasil apa yang diharapkan dari anak buah
¶ Memberitahu kedudukan bawahan dalam organisasi
¶ Memberitahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan
¶ Memberitahu bawahan bagaimana cara mengembangkan dirinya
¶ Menanyakan sarana apa yang diperlukan bawahan untuk kelancaran tugas
¶ Memberi contoh bagaimana membina hubungan pribadi
¶ Memberitahu akibat yang terjadi jika target tidak tercapai
¶ Mensosialisasikan kondisi perusahaan secara periodik
¶ Memberi pengertian pentingnya keseimbangan hak dan kewajiban
¶ Memberi kesempatan bawahan untuk menyampaikan ide dan usulan
¶ Memberi dukungan terhadap apa yang dikerjakan oleh bawahan
¶ Memberi informasi lebih dulu jika akan melakukan perubahan
¶ Selalu menginformasikan hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan secara periodik
¶ Menunjukkan kekurangan bawahan sekaligus memberikan saran yang konstruktif
¶ Melakukan evaluasi terhadap kinerja bawahan secara periodik
¶ Siap memberikan penjelasan terkait dengan kebijaksanaan yang diambil oleh manajemen
¶ Senantiasa berkonsultasi dengan bawahan terkait dengan kesulitan yang dihadapi perusahaan
¶ Pintu kantornya terbuka untuk bawahan yang ingin menyampaikan masalah dan keluhan
¶ Mampu menyederhanakan informasi sehingga mudah ditangkap oleh bawahan
¶ Tidak pernah bosan dalam memberikan arahan demi lancarnya tugas operasional organisasi
PENYAKIT HATI
SEORANG MANAJER
¶ Gila hormat
¶ Merasa paling benar
¶ Suka marah
¶ Terlalu mencintai dunia
¶ Menganggap orang lain kecil
¶ Suka pamer
¶ Suka pergi ke dukun
¶ Bersikap angkuh dan sombong
¶ Serakah
¶ Suka selingkuh
¶ Gila kekuasaan
¶ Bermuka dua alias plin-plan
¶ Dendam pada bawahannya
¶ Kurang percaya diri
¶ Suka membual dan berdusta
¶ Suka ingkar janji
¶ Lupa akan nikmat Allah
¶ Terlalu optimis
¶ Suka menghasut
¶ Suka pada kemaksiatan
PERAN YANG HARUS
DIMAINKAN SEORANG MANAJER
¶ Sebagai motivator
¶ Sebagai dinamisator
¶ Sebagai moderator
¶ Sebagai fasilitator
¶ Sebagai negosiator
¶ Sebagai informator
¶ Sebagai transformator
¶ Sebagai shock absorber (peredam)
¶ Sebagai entrepreneur
¶ Sebagai braker (rem)
¶ Sebagai stater
¶ Sebagai charger
¶ Sebagai alarm
¶ Sebagai refrigerator (pendingin)
¶ Sebagai komunikator
¶ Sebagai monitor (pemantau)
¶ Sebagai controller (pengendali)
¶ Sebagai teacher (pengajar)
¶ Sebagai resource alocator (pembagi sumberdaya)
¶ Sebagai inspirator
TUGAS PENTING
SEORANG MANAJER
¶ Mengambil keputusan
¶ Menggerakkan roda organisasi
¶ Menentukan tujuan dan sasaran
¶ Membangun kerjasama
¶ Menyamakan persepsi
¶ Menggali dan meningkatkan potensi bawahan
¶ Membangun motivasi bawahan
¶ Meredam konflik di antara bawahan
¶ Membangun kreativitas bawahan
¶ Membuat perencanaan strategik
¶ Menilai prestasi bawahan
¶ Melaksanakan sistem reward & punishment
secara bijak
¶ Mensosialisasikan program-program organisasi
¶ Memecahkan masalah-masalah yang muncul
¶ Memimpin rapat
¶ Meningkatkan produktivitas SDM
¶ Mendengarkan keluhan bawahan
¶ Memberikan umpan balik kepada bawahan
¶ Membangun suasana kerja yang kondusif
¶ Menciptakan perubahan yang positif
BAGAIMANA
MEMAKSIMALKAN
POTENSI BAWAHAN
¶ Kenali bakat dan kecenderungan bawahan anda.
¶ Amati sampai dimana kemampuan dan ketrampilannya saat ini.
¶ Ajaklah diskusi dan tanyakan pelatihan apa yang mereka butuhkan.
¶ Tambah ketrampilan lain untuk memperluas wawasannya.
¶ Perlakukan bawahan anda sebagai orang dewasa.
¶ Berikan kesempatan bawahan untuk mengetahui informasi penting tentang organisasi.
¶ Jangan memberikan kritik secara terus menerus.
¶ Mintalah umpan balik terkait dengan kebijakan yang anda buat.
¶ Lihat dan berikan pujian yang tulus saat bawahan mengerjakan tugas dengan baik.
¶ Berikan umpan balik sesegera mungkin jangan sampai terlambat.
¶ Sekali-kali biarkan bawahan membuat kesalahan yang tidak prinsip, untuk meningkatkan kedewasaannya.
¶ Berikan target yang menantang tetapi realistis.
¶ Tawarkan sarana apa yang diperlukan untuk mencapai target.
¶ Berikan kesempatan mereka membuat keputusan di tempat kerjanya sendiri.
¶ Temui mereka secara periodik untuk membangun komunikasi.
¶ Usahakan mereka tahu bahwa mereka adalah bagian penting dari organisasi.
¶ Usahakan kesalahan yang mereka lakukan tidak merusak rasa percaya dirinya.
¶ Berikan perintah secara jelas agar mereka tidak salah tafsir.
¶ Usahakan mereka tahu tujuan dan alasan mengapa suatu tugas harus dilakukan.
¶ Beritahu apa yang menjadi prioritas sehingga mereka tahu mana yang harus dikerjakan lebih dulu.
¶ Sosialisasikan strategi global yang akan dilaksanakan oleh organisasi.
¶ Sampaikan secara jelas apa yang menjadi kesulitan organisasi.
¶ Berikan gambaran ancaman dan peluang dimasa yang akan datang.
¶ Jika harus menegur dan mengkritik, lakukan secara bijaksana dan konstruktif.
¶ Hindari perilaku yang menyebabkan bawahan kecewa.
¶ Usahakan menilai bawahan secara obyektif.
¶ Ajaklah mereka untuk selalu belajar dan belajar.
¶ Usahakan bawahan menyadari atas kelemahan dan kekurangannya demi untuk kemajuan.
¶ Ajaklah bawahan senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan YME.
PENAMPILAN
MANAJER YANG SIMPATIK
¶ Senantiasa menghargai orang lain.
¶ Wajahnya selalu menunjukkan keceriaan
¶ Tutur katanya halus dan santun.
¶ Cara berpakaiannya rapi dan serasi.
¶ Berusaha memberikan salam lebih dulu.
¶ Cara berjalan tegap dan seimbang.
¶ Senantiasa murah senyum.
¶ Senantiasa berpikir positif terhadap orang lain.
¶ Bersikap wajar.
¶ Berendah hati tapi memiliki kepercayaan diri.
¶ Tidak menggunakan 'aji mumpung'.
¶ Tidak sulit untuk meminta maaf.
¶ Tidak sulit untuk memberi maaf.
¶ Mampu memahami pendapat orang lain.
¶ Berusaha untuk menyenangkan orang lain.
¶ Mudah menyesuaikan diri namun memiliki prisip.
¶ Tidak sulit memberikan pujian kepada orang lain.
¶ Mudah diajak berdiskusi dan musyawarah.
¶ Tidak suka membuat konflik.
¶ Mau menghargai pendapat orang lain.
MENINGKATKAN
PRESTASI DIRI
¶ Tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru.
¶ Tidak enggan untuk memulai.
¶ Tidak malas untuk belajar dan membaca.
¶ Tidak hanya sibuk dengan hal-hal yang kecil.
¶ Tidak asyik dengan tangan di dalam saku.
¶ Tidak malas untuk selalu memutar otak.
¶ Tidak takut terhadap resiko.
¶ Tidak enggan untuk belajar dari pengalaman.
¶ Tidak merasa yang paling hebat.
¶ Tidak merasa yang paling benar.
¶ Tidak selalu apriori.
¶ Tidak merendahkan orang lain.
¶ Tidak suka menunda pekerjaan.
¶ Tidak takut terhadap tantangan dan kesulitan.
¶ Tidak enggan untuk selalu mencari informasi.
¶ Tidak enggan mengikuti perkembangan tehnologi.
¶ Tidak mau bekerja setengah-setengah.
¶ Tidak malas untuk beribadah.
SIKAP DAN PERILAKU
YANG HARUS DIHINDARI
OLEH SEORANG MANAJER
¶ Suka marah pada bawahan dengan alasan yang tidak jelas.
¶ Suka memarahi bawahan di muka orang banyak.
¶ Selalu mencela hasil kerja bawahan.
¶ Memberikan perintah dengan cara yang kasar.
¶ Memberikan teguran yang menyakitkan.
¶ Sulit menerima masukan dari bawahan.
¶ Menolak ide bawahan secara menyakitkan.
¶ Menilai bawahan secara pilih kasih.
¶ Menjatuhkan sangsi tidak sesuai dengan kesalahannya.
¶ Suka memasang mata-mata untuk mengawasi bawahan.
¶ Lebih percaya pada orang lain daripada bawahannya sendiri.
¶ Membenci bawahan secara berlebihan.
¶ Tidak senang melihat bawahannya maju.
¶ Suka memaksakan kehendak.
¶ Suka mengancam dengan menggunakan kekuasaannya,
¶ Selalu mengelihatkan wajah yang angker.
¶ Suka minta dihormati dan disanjung.
¶ Tidak pernah peduli dengan kesulitan bawahan.
¶ Sering berpura-pura sibuk di muka bawahannya.
¶ Sering mengingkari janji.
¶ Sok berlagak alim di muka bawahannya.
¶ Senang menakut-nakuti bawahannya.
¶ Pelit memberikan pujian kepada bawahan.
¶ Senang memberikan perintah secara mendadak.
¶ Perintahnya sering berubah-ubah.
¶ Suka mendiamkan bawahannya.
¶ Memberikan target secara tidak rasional.
¶ Suka berkeluh kesah di muka bawahannya.
¶ Pelit menularkan ilmu kepada bawahannya.
¶ Tidak konsekuen dan konsisten dengan keputusan yang dibuat.
¶ Melakukan pengawasan terlalu berlebihan.
¶ Melihat bawahan cenderung dari sisi negatifnya.
¶ Menganggap bawahannya semuanya bodoh.
¶ Suka mengganggu dan iseng pada anak buahnya.
¶ Suka minta upeti pada bawahannya.
UPAYA MANAJER
UNTUK MENCAPAI
PUNCAK PRESTASI
¶ Senantiasa mencari dan mencoba cara terbaik.
¶ Melakukan hal-hal yang besar dan strategis.
¶ Tidak enggan untuk memulai.
¶ Berani terhadap tantangan dan resiko.
¶ Terus menerus menggali ide dan gagasan.
¶ Membuat harapan yang realistis.
¶ Mengutamakan kejujuran.
¶ Menolak yang baik untuk mendapatkan yang terbaik.
¶ Senantiasa memperkaya informasi.
¶ Memiliki tanggung jawab yang besar.
¶ Teguh dalam menghadapi berbagai rintangan.
¶ Tidak kenal putus asa.
¶ Gagal dan bangun lagi untuk tetap mencoba sampai berhasil.
¶ Menyadari bahwa kesempatan tidak akan mengetuk dua kali.
¶ Senantiasa membangun motivasi dari dalam diri.
¶ Malu berbuat yang tidak pantas.
¶ Berusaha menjadi contoh bagi orang lain.
¶ Senantiasa berpikir jauh ke depan dan mengerjakan apa yang ada saat ini.
¶ Pantang untuk menunda pekerjaan.
¶ Bersikap tabah dan tawakal.
¶ Bukan kerja keras tapi kerja cerdas.
¶ Senantiasa berdoa untuk memohon petunjuk Allah.
BAGAIMANA MEMBUAT
PROGRAM PELATIHAN
¶ Membuat analisa kebutuhan pelatihan.
¶ Alasan mengapa dibutuhkan pelatihan.
¶ Mengumpulkan informasi terkait dengan analisa kebutuhan.
¶ Menyusun sasaran pelatihan.
¶ Membuat alternatif metode pelatihan.
¶ Memilih metode yang cocok.
¶ Memilih exhouse atau inhouse training.
¶ Menyusun faktor-faktor yang mendukung jalannya pelatihan.
¶ Memilih pengajar yang cocok.
¶ Menyiapkan sarana tehnis.
¶ Mengerjakan pelaksanaan pelatihan.
¶ Mengevaluasi hasil pelatihan.
¶ Memperbaiki pelatihan yang sudah dilaksanakan untuk perbaikan ke depan.
MENILAI
PRESTASI BAWAHAN.
¶ Membuat tujuan dan sasaran menilai prestasi serta apa yang diharapkan dari penilaian tersebut.
¶ Membuat sistem penilaian yang dapat menggambarkan keadilan.
¶ Menyusun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menilai prestasi bawahan.
¶ Meminimalisir subyektivitas.
¶ Berusaha tidak mengikutkan konflik pribadi dalam menilai bawahan.
¶ Mengkondisikan penilaian prestasi sebagai alat untuk memotivasi bawahan, bukan sebaliknya.
¶ Memberikan penjelasan dan sosialisasi atas hasil penilaian prestasi.
¶ Menghindari sekecil mungkin dampak negatif akibat penilaian prestasi tersebut.
¶ Menyadari bahwa tidak semua orang puas dengan hasil penilaian prestasi.
¶ Siap dalam menghadapi protes yang mungkin terjadi.
MENINGKATKAN
SIKAP DISIPLIN BAWAHAN.
¶ Fahami indikasi terjadinya ketidakdisiplinan.
¶ Menjelaskan apa makna disiplin itu.
¶ Unsur apa yang membentuk sikap disiplin.
¶ Mengapa ada karyawan cenderung tidak disiplin.
¶ Pemahaman bahwa disiplin adalah kiat menuju sukses.
¶ Penjabaran ruang lingkup disiplin.
¶ Bagaimana cara meningkatkan disiplin.
¶ Diberikan contoh dan teladan.
¶ Disosialisasikan secara bertahap.
¶ Diberikan aturan-aturan.
¶ Dilaksanakan.
¶ Dievaluasi
¶ Dilakukan perbaikan.
MENGELOLA WAKTU
SECARA EFEKTIF
¶ Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa dikembalikan.
¶ Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga.
¶ Semua orang diberi waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari.
¶ Hanya orang yang dapat mengatur waktu yang beruntung.
¶ Kita cermati apa akibatnya jika kita tidak mengelola waktu secara baik.
¶ Kita coba mencari cara bagaimana kita bisa mengatur waktu secara efektif dan efisien.
¶ Kita tunjukkan kepada bawahan bagaimana menggunakan waktu secara baik.
¶ Mengelola waktu berarti harus disiplin dengan waktu.
¶ Kita bantu bawahan bagaimana menghemat dan menggunakan waktu secara baik.
¶ Perencanaan kerja yang baik adalah salah satu cara untuk mengelola waktu.
¶ Kegiatan-kegiatan yang memboroskan waktu harus kita hindari.
¶ Kita berikan contoh-contoh kegiatan apa saja yang cenderung hanya menghabiskan waktu tanpa memberikan manfaat yang berarti.
¶ Kita tunjukkan apa keuntungan dari mengelola waktu secara baik.
MENINGKATKAN
PRODUKTIVITAS
KERJA BAWAHAN.
¶ Bangkitkan semangat kerjanya berdasar kesadaran.
¶ Berikan pemahaman tentang maksud dan tujuan mengapa tugas harus dikerjakan.
¶ Usahakan tugas dan pekerjaan menjadi sederhana.
¶ Berikan target-terget yang menantang tetapi kemungkinan besar dapat dicapai.
¶ Galang kerja sama yang harmonis.
¶ Hindarkan persaingan yang tidak sehat.
¶ Tanamkan rasa bangga terhadap pekerjaan.
¶ Beri arahan bagaimana mengerjakan pekerjaan secara efektif dan efisien.
¶ Biasakan untuk menghargai waktu.
¶ Latih untuk berani mengambil sikap.
¶ Berikan penghargaan yang memadai.
MENYADARKAN
KESEIMBANGAN
HAK DAN KEWAJIBAN
¶ Memberikan pemahaman secara detil apa yang menjadi kewajiban sebagai karyawan,
¶ Jelaskan seluruh hak yang akan diperoleh baik semasa aktif maupun saat pensiun.
¶ Fahamkan bahwa hak dan kewajiban harus seimbang.
¶ Berikan hitungan secara matematik apakah nilai kerja yang sekarang dilakukan sudah sesuai dengan hak yang diterima.
¶ Sadarkan bahwa hak yang diterima saat pensiun nanti, kewajibannya harus dilakukan saat masih aktif sekarang ini.
¶ Berikan kesadaran bahwa gaji atau rejeki yang didapatkan, 'kebarokahannya' tergantung bagaimana kita menjalankan kewajiban.
¶ Seharusnya yang benar kewajiban dilaksanakan dengan baik maka hak akan mengikutinya.
¶ Hidarkan fokus pikiran hanya tertuju pada hak.
¶ Bekerja akan mendapatkan kepuasan yang sejati jika kewajiban dilaksanakan dengan baik.
MEMPENGARUHI
BAWAHAN MELALUI
KETELADANAN.
¶ Sadarkan diri kita bahwa apa yang akan kita perbuat sangat mungkin ditiru bawahan kita.
¶ Kita usahakan setiap yang akan kita kerjakan memang patut dicontoh oleh anak buah.
¶ Bersikaplah seperti bapak sekaligus teman.
¶ Hindari sikap kaku dan arogan.
¶ Pedulilah terhadap setiap keluhan bawahan.
¶ Upayakan situasi kerja yang kondusif.
¶ Senantiasa menghargai bawahan.
¶ Tunjukkan sikap positif.
¶ Hindarkan melakukan penyimpangan.
¶ Tetaplah mengikuti aturan dan prosedur.
¶ Tetaplah melakukan introspeksi diri.
MENGAPA GAGAL
MENCAPAI PUNCAK PRESTASI
¶ Tidak memiliki prinsip hidup yang kuat.
¶ Tidak tahu ke mana mengarahkan tujuan hidup.
¶ Sulit mengenali keunggulan dirinya.
¶ Minder, terlalu rendah menghargai dirinya.
¶ Tidak mengenali kelemahan diri.
¶ Terlalu bersahabat dengan masa lalu.
¶ Anti perubahan.
¶ Tidak mampu melihat masa depan.
¶ Memaksakan memuaskan diri.
¶ Tidak memiliki gairah hidup.
¶ Berpikir negatif atau selalu buruk sangka.
¶ Tidak memiliki kepedulian dengan masalah sosial.
¶ Tidak konsisten, mata melihat hijau tetapi mulut mengatakan merah.
¶ Lamban dalam mengantisipasi perubahan.
¶ Tidak mampu mengelola waktu.
¶ Selalu melihat dengan kaca mata hitam.
¶ Merasa direpotkan dengan disiplin.
¶ Tahunya beres, hidup serumah dengan kemalasan.
¶ Egois, tidak mau tahu urusan orang lain.
¶ Pengagum dunia, hidup hanya untuk makan.
¶ Usil, selalu peduli kelemahan orang lain.
¶ Iri, pingsan jika melihat orang lain sukses.
¶ Hidup boros, besar pasak dari pada tiang.
¶ Puas dengan predikat nomor kambing.
¶ Ingin jabatan tinggi tetapi tidak mau usaha.
¶ Sulit untuk berpikir jernih.
¶ Melihat pengalaman masa lalu sebagai musuh.
¶ Bersandar pada nasib tanpa mau berusaha.
¶ Suka bermuka dua.
¶ Takut menghadapi resiko.
¶ Tidak suka berinteraksi dengan dunia luar.
¶ Sulit untuk bersyukur.
CIRI KHAS KARYAWAN
BERETOS KERJA PLUS
¶ Pandai mengatur dan menghargai waktu.
¶ Memiliki disiplin yang tinggi.
¶ Memanfaatkan jam kerja secara efektif.
¶ Bekerja dengan perencanaan yang matang.
¶ Selalu memasang target yang menantang.
¶ Tidak mau kerja setengah-setengah.
¶ Bekerja tanpa menunggu perintah.
¶ Disiplin tanpa diawasi.
¶ Mampu memaksimalkan potensi diri.
¶ Semangat kerja tidak pernah kendur.
¶ Tidak mudah putus asa.
¶ Tidak takut terhadap resiko.
¶ Suka mencoba hal-hal baru.
¶ Tidak takut gagal..
¶ Memiliki tanggung jawab yang besar.
¶ Memiliki prinsip dan pendirian yang kuat
¶ Bekerja dengan sumber daya yang efektif dan efisien.
¶ Senang melakukan evaluasi diri.
¶ Senantiasa berdoa dan mohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa.
TEHNIS SUKSES
MENYIASATI PERUBAHAN
¶ Berfikir positif.
¶ Inovatif – piawai mencari terobosan.
¶ Partisipatif – ikut mendukung perubahan.
¶ Komunikatif – mau berhubungan dengan orang lain.
¶ Informatif – mampu menyampaikan pesan secara efektif.
¶ Produktif – memacu menjadi lebih baik.
¶ Kompetitif – memenangkan persaingan secara sehat.
¶ Negosiatif – menyelesaikan masalah tanpa timbul masalah.
¶ Adaptif – larut tapi tidak tenggelam.
¶ Asertif – berkepribadian kuat dan percaya diri.
¶ Antisipatif – cermat membaca tanda – tanda zaman.
¶ Responsif – tanggap terhadap dinamika perubahan.
¶ Proaktif – tidak tinggal diam menunggu.
¶ Toleransif – menghargai prularisme dalam kehidupan.
¶ Persuasif – mudah melakukan pendekatan.
¶ Kolaboratif – mudah diajak kerja sama dalam hal positif.
¶ Obyektif – melihat masalah secara jernih.
¶ Argumentatif – menggunakan nalar untuk meyakinkan.
¶ Atraktif – mampu menarik perhatian.
¶ Selektif – bertindak berdasar skala prioritas.
¶ Sportif – mengakui kelebihan orang lain.
¶ Imajinatif – berfikir untuk masa depan.
¶ Intuitif – menggunakan otak kanan dengan baik.
¶ Arif – bertindak bijaksana dan mengedepankan humanisme.
¶ Afirmatif – memberi semangat untuk berprestasi.
¶ Efektif – berfikir sebelum bertindak.
¶ Konstruktif – memiliki jiwa membangun.
¶ Perfektif – berusaha untuk berbuat yang sempurna.
¶ Transformatif – kampiun sebagai penggerak perubahan sejati.
¶ Profesional dan perseptif – menuntaskan pekerjaan berdasar standar.
¶ Reorientatif – menyelaraskan dengan tuntutan perubahan.
¶ Kaya alternatif – pandai mencari pilihan.
¶ Interpretatif – menindaklanjuti strategi ke dalam aksi.
¶ Impulsif – bertindak atas dorongan nurani.
¶ Progresif – keinginan dan dorongan ingin maju.
¶ Apresiatif – menghargai prestasi fihak lain.
¶ Distinctif – tidak sekedar tampil beda.
¶ Edukatif – senantiasa menjadi guru.
¶ Tidak agitatif – menggerakkan perubahan tanpa guncangan.
BEKAL MENUJU
PUNCAK PRESTASI
¶ Orientasi berpikir selalu kedepan.
¶ Menggunakan masa lalu sebagai pijakan untuk melompat.
¶ Mundur untuk maju ke depan 3 langkah.
¶ Mengalah untuk menang.
¶ Mampu mengawasi diri sendiri.
¶ Mampu memerintah dirinya sendiri.
¶ Sibuk mencari tantangan.
¶ Pantang untuk berdiam diri.
¶ Resiko dianggap makanan pokok.
¶ Lebih memilih tanggung jawab yang lebih besar.
¶ Menganggap keluh kesah sebagai musuh dalam selimut.
¶ Menyiapkan diri terlibat dalam pengambilan keputusan yang lebih penting.
¶ Antara kata dan perbuatan tidak pernah bersimpang jalan.
¶ Setiap hari berusaha untuk memecahkan masalah.
¶ Menjadikan kesibukan sebagai teman dekatnya.
¶ Membaca buku adalah menu tetapnya.
¶ Otaknya selalu diputar untuk mendapatkan ide dan inovasi baru.
¶ Memprioritaskan kewajiban dari pada hak.
¶ Menganggap kewajiban sebagai kebutuhan.
¶ Menyadari bahwa hak datang dengan sendirinya jika hak dilaksanakan dengan ikhlas.
¶ Senantiasa berperan sebagai inisiator perubahan.
¶ Tidak suka mencari kambing hitam.
¶ Jika muncul masalah, menganggap dirinya yang menjadi kambing hitam.
¶ Tidak mudah menyerah pada keadaan sebelum mengeluarkan seluruh potensinya.
¶ Setiap bertindak selalu penuh perhitungan.
¶ Tidak pernah ketinggalan untuk mengikuti perkembangan.
¶ Mampu melihat dan menciptakan peluang.
¶ Berani mencoba sesuatu yang beresiko.
¶ Sering berpikir yang orang lain tidak pernah memikirkan.
¶ Tidak pernah berpikir negatif tentang perubahan.
¶ Sering mengancam dirinya sendiri untuk berbuat yang lebih baik.
¶ Tidak suka dengan hasil yang biasa-biasa saja.
¶ Berusaha untuk membuat orang lain menjadi puas.
¶ Bersikap tegas, lugas, tetapi luwes.
¶ Sadar bahwa apa yang dilakukan harus mendapat ridho dari Allah Yang Maha Mengatur.
MANAJER
SEBAGAI GURU
¶ Memiliki ilmu untuk mengajar.
¶ Mampu menjabarkan sesuatu secara gamblang.
¶ Senantiasa berkeinginan bawahannya bertambah pintar.
¶ Tidak pelit terhadap ilmu dan pengalaman.
¶ Sadar bahwa menularkan ilmu adalah termasuk amal jariah yang pahalanya terus menerus tidak pernah putus.
¶ Tidak pernah takut disaingi oleh bawahannya.
¶ Senang jika memiliki anak buah yang berprestasi.
¶ Di manapun berada ingin selalu menularkan ilmunya.
¶ Menjadi guru tapi berusaha orang lain merasa tidak digurui.
¶ Sikap dan perilakunya siap untuk menjadi contoh.
¶ Tidak suka melihat kemungkaran.
¶ Tidak suka melihat kemunduran.
¶ Dalam benaknya selalu terisi keinginan bagaimana orang lain bisa tambah maju.
MANAJER
SEBAGAI MURID.
¶ Menganggap orang lain sebagai guru.
¶ Senantiasa melihat orang lain dari sisi kelebihan.
¶ Tidak pernah malu untuk belajar.
¶ Tidak pernah enggan untuk bertanya.
¶ Selalu belajar dari apa yang dikerjakan orang lain.
¶ Tidak pernah bosan untuk membaca.
¶ Tidak pernah kehabisan sesuatu untuk dipelajari.
¶ Menyadari bahwa ilmu adalah suatu kekayaan yang tidak ada bandingnya.
¶ Pengalaman orang lain menjadi guru gratis yang harus dimanfaatkan.
¶ Dan sadar bahwa Allah adalah sumber dari segala sumber ilmu.
¶ Sadar bahwa ilmu yang bisa dikuasai manusia hanya sebagian kecil dari ilmu Allah, sehingga tidak pernah merasa sombong.
KEMAMPUAN
YANG HARUS DIMILIKI
SEORANG MANAJER
¶ Mampu merumuskan visi dan misi.
¶ Mampu melihat kelebihan dan kelemahan organisasi.
¶ Mampu melihat adanya peluang dan ancaman.
¶ Mampu menentukan sasaran dan tujuan.
¶ Mampu membuat strategi untuk mencapai sasaran.
¶ Mampu membuat kebijakan untuk mendukung strategi.
¶ Mampu menyusun program kerja.
¶ Mampu mendistribusikan pekerjaan.
¶ Mampu memilih orang yang tepat.
¶ Mampu mengkoordinasikan kegiatan.
¶ Mampu melakukan pengawasan secara efektif.
¶ Mampu membuat skala prioritas.
¶ Mampu melakukan analisa secara tepat.
¶ Mampu mengidentifikasikan masalah.
¶ Mampu membuat beberapa alternatif.
¶ Mampu memilih alternatif yang paling menguntungkan.
¶ Mampu membuat keputusan dengan tepat.
¶ Mampu menilai kinerja secara obyektif.
MANAJER SEBAGAI
PELAYAN ANAK BUAHNYA
¶ Memiliki kiat bagaimana memberikan pelayanan secara prima.
¶ Sadar bahwa sebagai manajer pada hakekatnya adalah juga sebagai pelayan.
¶ Salah satu tugas utama adalah melayani sehingga kegiatan dapat berjalan.
¶ Menampung aspirasi dari anak buahnya.
¶ Sabar dan telaten dalam melayani keinginan bawahannya.
¶ Mampu bertindak adil dan proporsional.
¶ Tidak mengambil keuntungan pribadi dalam memberikan pelayanan.
¶ Kepuasan bawahannya menjadi prioritasnya.
¶ Memiliki kepedulian dan kepekaan yang tinggi.
¶ Menjadi contoh dan teladan dalam melayani pelanggan.
MAMPU MENJALANKAN
FUNGSI KEPEMIMPINAN
¶ Memiliki kharisma.
¶ Mampu mempengaruhi orang lain.
¶ Mampu menjadi contoh dan teladan.
¶ Memiliki kemampuan berbicara.
¶ Mampu berkomunikasi dengan baik.
¶ Mampu berdiplomasi.
¶ Mampu menggerakkan massa.
¶ Mampu menggerakkan semangat.
¶ Mampu memberikan pengoyoman kepada anak buah.
¶ Mampu mendengar keluh-kesah bawahan.
¶ Mampu bersikap adil dan tidak pilih kasih.
¶ Mampu memberikan pujian yang tulus.
¶ Mampu memberikan jalan keluar setiap ada masalah.
¶ Mampu memberikan pembelajaran pada bawahan.
¶ Mampu mengajak bawahan kepada perilaku positif.
¶ Mampu melihat permasalahan dengan hati yang jernih.
¶ Mampu menahan hawa nafsu.
¶ Mampu mengendalikan dari perbuatan yang tidak pantas.
¶ Mampu meminta maaf dan memberi maaf.
MANAJER
BERWAWASAN LUAS
¶ Senantiasa mengikuti perkembangan jaman.
¶ Senantiasa mengikuti perubahan.
¶ Senantiasa belajar dan membaca.
¶ Menguasai secara detil pada bidangnya.
¶ Menguasai tentang sosial politik.
¶ Senantiasa mengikuti perkembangan tehnologi.
¶ Tahu banyak tentang tehnologi informasi.
¶ Tahu banyak tentang ekonomi mikro dan makro.
¶ Tahu banyak tentang psikologi industri.
¶ Menguasai beberapa bahasa.
¶ Tahu banyak tentang ilmu komunikasi.
¶ Tahu banyak tentang ilmu pemasaran.
¶ Menguasai ilmu-ilmu yang terkait dengan bidang kegiatannya.
MEMILIKI
KESTABILAN JIWA
¶ Tidak mudah tergoda hal-hal negatif.
¶ Tidak mudah marah dan emosi.
¶ Tidak mudah putus asa.
¶ Tidak mudah mempercayai fitnah.
¶ Tidak mudah kecewa.
¶ Tidak mudah 'nglokro'.
¶ Tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas.
¶ Memiliki prinsip yang kuat.
¶ Senantiasa berpikir sebelum bertindak.
¶ Senantiasa menggunakan hati nurani.
¶ Memiliki konsistensi tinggi.
¶ Menjunjung tinggi komitmen.
MEMBERIKAN PERINTAH
SECARA BIJAK
¶ Memahami makna dan arti perintah.
¶ Perintah sebagai penggerak kegiatan organisasi.
¶ Perintah sebagai saran komunikasi dengan bawahan.
¶ Memberikan perintah merupakan kewajiban sebagai seorang manajer.
¶ Perintah sebagai bentuk kepercayaan kepada bawahan.
¶ Perintah merupakan konsekuensi logis dari adanya hirarki organisasi.
¶ Perintah merupakan bentuk amanah.
¶ Perintah sebagai tugas dan tanggung jawab seorang manajer.
¶ Perintah hakekatnya merupakan hal yang strategis.
¶ Memberikan perintah diartikan sebagai bentuk ibadah.
¶ Perintah jangan dilakukan sebagai bentuk kekuasaan.
¶ Perintah jangan dilakukan untuk pelampiasan ambisi.
¶ Perintah jangan dilakukan sebagai hukuman.
¶ Perintah jangan diberikan secara kasar dan menyakitkan.
¶ Perintah hendaknya diberikan secara santun.
¶ Perintah hendaknya mempertimbangkan kemampuan bawahan.
¶ Perintah sebaiknya diberikan seolah-olah minta tolong.
¶ Perintah diberikan dengan mempertimbangkan kondisi mental dan emosi bawahan.
¶ Perrintah sebaiknya diberikan secara persuasif.
¶ Perintah hendaknya diberikan dengan tetap menghargai martabat bawahan.
¶ Perintah sebaiknya tidak diberikan dalam keadaan marah.
¶ Perintah sebaiknya diberikan secara bertahap.
¶ Perintah diberikan secara hirarki.
¶ Perintah dapat diberikan secara lisan.
¶ Perintah bisa diberikan secara tertulis.
¶ Perintah bisa bersifat saran.
¶ Perintah bisa bersifat tegas.
¶ Perintah harus diberikan sehingga bawahan merasa rela dan ikhlas untuk melaksanakan perintah tersebut.
MEMBERIKAN
TEGURAN SECARA BIJAK
¶ Memahami hakekat memberi teguran.
¶ Teguran untuk meluruskan adanya penyimpangan.
¶ Teguran sebagai bentuk kontrol dan pengawasan.
¶ Teguran harus bersifat konstruktif.
¶ Teguran sebaiknya dilakukan secara hati-hati.
¶ Teguran sebaiknya dilakukan dengan kata-kata santun.
¶ Teguran sebaiknya diberikan empat mata.
¶ Teguran sebaiknya diberikan dengan menunjukkan kesalahannya.
¶ Teguran bukan merupakan pelampiasan kekesalan.
¶ Teguran bukan bentuk pelampiasan dendam.
¶ Teguran bukan karena menuruti hawa nafsu.
¶ Teguran merupakan proses peningkatan kemampuan bawahan.
¶ Teguran merupakan perhatian atasan terhadap bawahan. Teguran merupakan rasa cinta atasan kepada bawahan.
¶ Teguran seharusnya bukan merupakan yang ditakuti.
¶ Teguran harus diberikan secara menyenangkan.
¶ Teguran diberikan dengan keyakinan bahwa bawahan melakukan kesalahan.
¶ Teguran diberikan dengan mempertibangkan karakter bawahan
¶ Teguran diberikan dengan melihat kondisi kesehatan bawahan.
¶ Teguran sebaiknya diberikan secara jelas dan tepat sasaran.
¶ Teguran diberikan secara persuasif.
¶ Teguran diberikan dengan mempertimbangkan waktu dan tempat.
¶ Teguran diberikan hanya dengan maksud untuk memperbaiki.
¶ Teguran sebaiknya diberikan dengan didahului memberikan pujian.
¶ Teguran diberikan dengan mempertimbangkan prestasi bawahan.
¶ Teguran sebaiknya diberikan dengan mempertimbangkan pangkat dan jabatan.
¶ Teguran juga harus mempertimbangkan besar kecilnya akibat kesalahan.
¶ Teguran sebaiknya bukan karena sentimen pribadi.
¶ Teguran diberikan dengan tidak menyebut kelemahan bawahan.
¶ Teguran diberikan dengan tidak ada niatan untuk menusuk perasaan.
¶ Teguran sebaiknya tidak diberikan secara terus menerus.
¶ Teguran jangan sampai menyebabkan bawahan menjadi antipati.
¶ Teguran seharusnya membuat hubungan atasan dan bawahan semakin harmonis.
MANAJER TAMPIL
DENGAN PERCAYA DIRI
¶ Yakinlah dengan kemampuan diri sendiri.
¶ Usahakan mampu berkomunikasi dengan diri sendiri.
¶ Yakinlah bahwa setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan.
¶ Jauhkan rasa minder dan rendah diri.
¶ Bersikaplah biasa, tidak over dan tidak under.
¶ Usahakan mampu mengevaluasi diri.
¶ Konsistenlah untuk tetap meningkatkan kualitas diri.
¶ Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri.
¶ Hargai diri sendiri seperti menghargai orang lain.
¶ Yakinlah bahwa setiap orang memiliki keahlian yang tidak dimiliki orang lain.
¶ Yakinlah bahwa setiap orang akan bisa memaklumi kelemahan orang lain.
¶ Yakinlah bahwa setiap orang mau memaafkan kesalahan orang lain.
¶ Percaya diri bukan bersikap sombong.
¶ Percaya diri berarti seimbang dalam menghargai diri sendiri dan orang lain.
MANAJER DENGAN
DISIPLIN TINGGI
¶ Datang ke kantor tepat waktu.
¶ Tidak pernah meninggalkan atau pulang sebelum jam pulang.
¶ Memanfaatkan jam kerja secara efektif.
¶ Menggunakan waktu istirahat sebaik mungkin.
¶ Tidak menggunakan jam kerja untuk hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan urusan pekerjaan.
¶ Bekerja dengan perencanaan yang matang.
¶ Dalam membuat rencana hanya berpikir untuk kemajuan organisasi.
¶ Tertib terhadap aturan dan prosedur.
¶ Tertib terhadap administrasi.
¶ Menghadiri rapat dan undangan tepat waktu.
¶ Disiplin terhadap anggaran.
¶ Tidak main-main dengan anggaran.
¶ Tidak mau menerima yang bukan haknya.
¶ Tidak melakukan KKN.
ETIKA
MASUK KANTOR
¶ Mengucapkan salam lebih dulu kepada bawahannya.
¶ Selalu menampakkan wajah ceria.
¶ Selalu menampakkan senyum.
¶ Memandang semua orang yang ada dalam ruangan.
¶ Tanya kabar baik.
¶ Berjalanlah secara tegap tetapi tidak terkesan sombong.
¶ Pakai pakaian yang sopan.
¶ Jangan bertanya sesuatu sambil jalan.
¶ Upayakan anda bersikap sopan dihadapan bawahan.
ETIKA
BERBICARA
¶ Usahakan dalam berbicara menatap lawan bicara.
¶ Suara harus jelas terdengar.
¶ Menggunakan tata bahasa yang baik.
¶ Jangan menggunakan nada suara yang tinggi.
¶ Pembicaraan mudah dimengerti.
¶ Bisa mengimbangi lawan bicara.
¶ Berkeinginan menyenangkan lawan bicara.
¶ Mampu menciptakan rasa humor.
¶ Mau memuji lawan bicara.
¶ Mampu menjadi pendengar yang baik.
¶ Jangan membicarakan kejelekan orang lain.
¶ Jangan membicarakan hal-hal yang sensitif.
¶ Jangan memotong pembicaraan orang lain.
¶ Jangan mendominasi pembicaraan.
¶ Jangan terlalu banyak membicarakan diri sendiri.
HUBUNGAN
DENGAN ATASAN
¶ Hormatilah siapapun atasan anda.
¶ Mintalah saran dan petunjuk untuk dapat berkomunikasi derngan atasan.
¶ Jangan spontan menolak perintah atasan.
¶ Dengarkan dengan baik apa yang dikatakan atasan.
¶ Mintalah penjelasan lebih lanjut jika masih ragu-ragu.
¶ Usahakan tidak membuat kecewa atasan.
¶ Jika harus menolak perintah berikan alasan yang tepat dengan cara yang sopan.
¶ Jangan permalukan atasan didepan orang lain.
¶ Berikan masukan dan saran secara santun dan bijak.
¶ Hindari perilaku menjilat atasan.
¶ Jangan membuat repot atasan.
¶ Mintalah ijin jika harus meninggalkan pekerjaan.
¶ Jangan segan-segan minta maaf jika berbuat salah.
¶ Fahami bahwa semua atasan tidak mau dilangkahi kewenangannya.
HUBUNGAN DENGAN
TEMAN SELEVEL
¶ Jangan menganggap teman sebagai pesaing.
¶ Anggap teman selevel sebagai mitra kerja.
¶ Kembangkan kebiasaan saling membantu.
¶ Kembangkan kebiasaan saling mengingatkan.
¶ Kembangkan kebiasaan saling tukar menukar informasi.
¶ Kembangkan kebiasaan diskusi sehat.
¶ Hindarkan terjadi konflik.
¶ Jauhkan usaha untuk saling menjatuhkan.
¶ Jauhkan rasa iri dan dengki.
¶ Jangan mempermalukan teman dihadapan atasan.
¶ Usahakan menyamakan persepsi.
¶ Ikutlah senang jika teman mendapatkan kebahagiaan.
¶ Ucapkan selamat secepatnya jika teman mendapatkan promosi.
¶ Upayakan saling menghargai pendapat.
¶ Jangan segan-segan meminta maaf dan memberi maaf.
HUBUNGAN PERSONAL
DENGAN BAWAHAN
¶ Hargai bawahan sebagai manusia yang bermartabat.
¶ Jangan terlalu menunjukkan kekuasaan.
¶ Jangan gengsi untuk memberi salam lebih dulu.
¶ Tunjukkan senyuman bersahabat.
¶ Bicaralah dengan sopan terhadap mereka.
¶ Hindari kesan bahwa anda orang yang menakutkan.
¶ Jangan gila hormat.
¶ Bangun hubungan personal yang mesra.
¶ Sering-seringlah menanyakan tentang keadaannya.
¶ Bersikap baiklah terhadap keluarganya.
¶ Berikan ucapan selamat pada hari-hari bahagia mereka.
¶ Berilah bimbingan demi kemajuan mereka.
¶ Berikan perintah dan teguran secara bijak.
¶ Jangan gengsi meminta maaf jika anda jelas bersalah.
¶ Hindari rasa dendam terhadap anak buah.
¶ Ajaklah ke arah yang benar.
¶ Jangan sekali-kali mengajak mereka untuk menyimpang dari aturan.
¶ Ajaklah mereka untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan YME.
MENGANGGAP KANTOR
SEBAGAI RUMAH KEDUA
¶ Upayakan bisa krasan di kantor.
¶ Buat suasana kantor yang menyenangkan.
¶ Usahakan kantor bersih dan rapi.
¶ Buat sirkulasi udara yang sejuk atau lengkapi dengan AC.
¶ Lengkapi dengan penyegar ruangan.
¶ Hindari kesan sumpek dengan menata ruang kantor sebaik mungkin.
¶ Lengkapi kantor dengan foto-foto keluarga.
¶ Ubah posisi mebel dan tatanan ruang secara periodik.
¶ Pasang audio yang memadai.
¶ Buat ruang khusus untuk menjalankan ibadah.
¶ Telponlah keluarga secara periodik 3 atau 4 jam sekali untuk menghadirkan kesan seperti di rumah.
MENGENALI BAWAHAN
YANG 'MBELING'
¶ Mereka yang memiliki hobi terlambat.
¶ Mereka yang malas bekerja.
¶ Mereka yang suka pulang sebelum waktunya.
¶ Mereka yang hanya berfikir tentang hak.
¶ Mereka yang suka membantah perintah.
¶ Mereka yang suka protes.
¶ Mereka yang selalu curiga pada atasan.
¶ Mereka yang memiliki hobi memfitnah.
¶ Mereka yang suka menghilang dalam jam kerja.
¶ Mereka yang sok 'ngathok' pada atasan.
¶ Mereka yang suka 'nyantai' dalam jam kerja.
¶ Mereka yang hobinya memprovokasi temannya.
¶ Mereka yang suka membawa pulang barang kantor.
¶ Mereka yang suka minta uang semir.
¶ Mereka yang hobinya menunda pekerjaan.
¶ Mereka yang memiliki hobi 'ngutang'.
¶ Mereka yang memalsu jam lembur.
¶ Mereka yang bekerja asal-asalan.
¶ Mereka suka lari dari tanggung jawab.
¶ Mereka yang bilang 'nggih-nggih ora kepanggih'.
¶ Mereka yang hobi menggunjing orang lain.
¶ Mereka yang suka berpura-pura sibuk.
¶ Mereka yang suka absen tidak masuk kerja.
¶ Mereka yang senang jika Bos pergi.
¶ Mereka yang mahir cari alasan.
¶ Mereka yang suka bikin pusing atasan.
¶ Mereka yang selalu iri hati pada orang lain.
¶ Mereka yang suka bohong.
¶ Mereka yang suka setor dan cari muka.
¶ Mereka yang hobi mencari kesalahan orang lain.
¶ Mereka yang sering melaporkan teman pada atasan.
¶ Mereka yang suka ambil keuntungan dari kegiatan.
¶ Mereka yang pintar mencari kambing hitam.
¶ Mereka yang suka konflik dengan teman.
¶ Mereka yang mau menangnya sendiri.
¶ Mereka yang senang melihat temannya menderita.
¶ Mereka yang suka menjegal temannya.
¶ Mereka yang suka ijin meninggalkan pekerjaan.
¶ Mereka yang suka menjelek-jelekkan atasan.
¶ Mereka yang suka main judi.
¶ Mereka yang suka main selingkuh.
¶ Mereka yang panjang tangan.
¶ Mereka yang tidak pernah bersyukur.
¶ Mereka yang tidak pernah ibadah.
MEMBANGUN DISIPLIN
MELALUI KECERDASAN
SPIRITUAL DAN EMOSIONAL
Memahami hakekat disiplin:
¶ Disiplin merupakan nilai ketaatan dan kepatuhan.
¶ Disiplin mencerminkan sikap malu berbuat yang menyimpang.
¶ Disiplin berarti loyal terhadap norma dan aturan.
¶ Disiplin artinya cinta terhadap keteraturan dan ketertiban.
¶ Disiplin berarti mampu membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.
¶ Disiplin berarti mampu mengendalikan diri.
¶ Disiplin berarti tahu standar perilaku yang baik.
¶ Disiplin akan tumbuh dengan latihan dan kebiasaan.
Niat untuk bersikap disiplin:
¶ Meyakini bahwa disiplin adalah sesuatu yang bersifat positif.
¶ Meyakini bahwa bersikap disiplin merupakan bagian dari amal soleh.
¶ Niat merupakan pemicu untuk berbuat disiplin.
¶ Yakin bahwa disiplin akan membuahkan keberhasilan dan kesuksesan.
¶ Menjadikan disiplin sebagai suatu kebutuhan.
¶ Merasakan disiplin sebagai sesuatu yang membahagiakan.
¶ Bersikap disiplin dengan hati yang ikhlas.
Tahu siapa pengawas yang sesungguhnya:
¶ Berbuat disiplin bukan karena pamrih.
¶ Menyadari bahwa Tuhan adalah pengawas yang sesungguhnya.
¶ Malu pada diri sendiri jika tidak disiplin.
¶ Manusia bisa dibohongi, tetapi Tuhan akan tahu apa yang kita lakukan.
¶ Manusia tidak pernah lepas dari pengawasan Tuhan.
¶ Kesadaran bahwa kita selalu diawasi oleh Yang Maha Tahu, maka akan membuat kita bersikap disiplin.
¶ Jadi Pengawas yang sesungguhnya adalah Tuhan Yang Maha Tahu.
Apa yang menjadi hambatan untuk berbuat disiplin:
¶ Menganggap disiplin sebagai suatu siksaan.
¶ Merasa tidak ada yang mengawasi.
¶ Menuruti hawa nafsu.
¶ Sikap egois dan mencari enaknya sendiri.
¶ Tergoda contoh yang tidak baik.
¶ Adanya kesempatan untuk berbuat menyimpang.
¶ Tidak merasa berdosa.
Ruang lingkup disiplin:
¶ Disiplin terhadap kewajiban beragama.
¶ Disiplin terhadap aturan dan undang-undang.
¶ Disiplin terhadap waktu.
¶ Disiplin terhadap perencanaan.
¶ Disiplin terhadap anggaran dan biaya.
¶ Disiplin terhadap hierarki organisasi.
¶ Disiplin terhadap hasil kesepakatan.
¶ Disiplin terhadap kaidah hubungan antar manusia.
Memahami manfaat bersikap Disiplin:
¶ Hidup menjadi lebih teratur.
¶ Tingkat kesuksesan dalam hidup relatif tinggi.
¶ Kerja bisa lebih efektif dan efisien.
¶ Dapat mengiliminir.
¶ Kepuasan kerja relatif lebih tinggi.
¶ Hubungan vertikal dan horizontal menjadi lebih menjadi lebih baik.
Membangun Motivasi Diri
MELALUI KECERDASAN
SPIRITUAL DAN EMOSIONAL
Niat kerja untuk ibadah:
¶ Menyadari untuk apa manusia diciptakan.
¶ Menelusuri siapa sebetulnya yang memberi gaji atau rejeki.
¶ Merenungi sebetulnya kontrak kerja kita ini dengan siapa? Dengan perusahaan atau dengan Tuhan.
¶ Kita sadari bahwa apa yang kita kerjakan tidak pernah lepas dari pengawasan Tuhan.
¶ Niat kerja yang benar akan meringankan beban kerja.
¶ Niat kerja untuk ibadah berarti selalu mengharap ridho Allah.
¶ Niat kerja yang lurus akan mendorong hati menjadi ikhlas.
¶ Hati yang ikhlas dalam melaksanakan kerja membuat semangat lebih tinggi.
¶ Niat kerja untuk ibadah membuat rejeki yang diperoleh menjadi lebih barokah.
¶ Niat kerja untuk ibadah menghilangkan rasa malas.
¶ Niat kerja untuk ibadah memberikan dua keuntungan, keuntungan di dunia dan di akherat.
¶ Niat kerja untuk ibadah dapat menjauhkan dari perbuatan yang melanggar hukum.
Pandai mensyukuri nikmat:
¶ Jika kita pandai bersyukur nikmat akan ditambah.
¶ Jika kita ingkar terhadap nikmat pasti Allah akan menyiksa.
¶ Orang yang pandai bersyukur hidupnya selalu berkecukupan.
¶ Orang yang bersyukur hatinya selalu senang.
¶ Orang yang bersyukur, motivasinya lebih tinggi.
¶ Untuk bisa bersyukur kita sering melihat orang yang dibawah kita.
¶ Untuk bisa bersyukur kita sering menghitung-hitung apa yang diberikan oleh Allah.
¶ Bersyukur bisa melalui lisan.
¶ Bersyukur bisa melalui hati.
¶ Bersyukur bisa melalui perbuatan.
¶ Bersyukur yang sempurna adalah melalui ketiga-tiganya.
¶ Manajer yang pandai bersyukur akan senantiasa hidup damai penuh barokah.
¶ Manajer yang pandai bersyukur akan dimudahkan urusannya.
¶ Manajer yang pandai bersyukur memiliki motivasi kerja yang tinggi.
Mengerjakan tugas dengan ikhlas:
¶ Mengerjakan tugas sebagai suatu kepercayaan.
¶ Meyakini bahwa apa yang dikerjakan akan bermanfaat bagi orang lain.
¶ Mengerjakan tugas bukan kerena atasan tetapi karena semata-mata karena Allah.
¶ Bekerja untuk mencari rejeki yang halal.
¶ Meyakini bahwa apa yang dikerjakan tidak akan sia-sia jika dikerjakan secara ikhlas.
¶ Menyadari akan kewajiban dan tanggung jawab.
¶ Rasa ikhlas akan mampu merubah yang berat menjadi ringan.
¶ Tidak merangsang sifat iri dan dengki pada orang lain.
¶ Karena ikhlas berapapun rejeki yang diterima dapat diterima dengan senang.
¶ Tidak pernah mengeluh.
¶ Tidak merasa berat dalam melaksanakan tugas.
¶ Tugas seperti apapun akan dikerjakan dengan senang.
¶ Pekerjaan yang dikerjakan dengan senang akan memberikan hasil yang lebih baik.
¶ Lebih serius di dalam menangani pekerjaan.
¶ Hati yang ikhlas akan mendorong semangat kerja.
¶ Manajer yang ikhlas akan terlihat lebih tenang dalam menjalankan tugas.
Mampu mengelola rasa kecewa:
¶ Rasa kecewa akan langsung berpengaruh terhadap turunnya motivasi kerja.
¶ Kecerdasan emosional akan membantu mengendalikan rasa kecewa.
¶ Kecewa adalah manusiawi, tetapi yang harus dilakukan bagaimana mengelolanya.
¶ Atau bagaimana tidak muncul rasa kecewa.
¶ Angan-angan terlalu tinggi termasuk penyebab kekecewaan.
¶ Terlalu berharap namun tidak tercapai akan membuat kita kecewa.
¶ Seharusnya kita sadar bahwa orang yang kecewa akan menyiksa diri.
¶ Seharusnya apa yang terjadi itulah yang terbaik.
¶ Manusia berencana tetapi Tuhan yang menentukan.
¶ Meyakini bahwa kita tidak lepas dari takdir Allah.
¶ Namun manusia wajib berusaha.
¶ Rasa kecewa bisa dikendalikan jika kita pandai bersyukur.
¶ Berserah diri kepada Tuhan adalah cara ampuh untuk mengendalikan rasa kecewa.
Memuaskan diri dengan hasil kerja:
¶ Manajer bijak akan memuaskan diri dari hasil kerja yang telah dilakukan.
¶ Prestasi kerja yang baik akan memberikan kepuasan yang lestari.
¶ Gaji dan pangkat tidak selalu memberikan kepuasan yang kekal.
¶ Bagaimana membawa hati untuk berpuas dengan hasil kerja atau prestasi.
¶ Orang yang tidak bekerja dengan baik akan sulit untuk mendapat kepuasan.
¶ Orang yang ingin mendapat kepuasan dari hasil kerja akan senantiasa meningkatkan prestasinya.
¶ Orang merasa puas akan memiliki motivasi yang tinggi.
¶ Setiap hari kita bisa puas jika setiap hari kita juga bekerja dengan baik.
¶ Orang akan puas dengan apa yang didapat jika dia juga bisa menerima dengan rasa syukur.
Senang dicontoh orang lain:
¶ Senang dicontoh orang lain merupakan cara untuk memotivasi diri untuk berbuat yang lebih baik.
¶ Senantiasa berusaha untuk berbuat sesuatu dengan benar.
¶ Berusaha berbuat yang terbaik.
¶ Berusaha tidak berbuat yang tidak pantas.
¶ Menyadari bahwa setiap apa yang dilakukan sangat mungkin ditiru oleh orang lain, terutama bawahannya.
¶ Berusaha untuk konsisten dan konsekuen.
¶ Merasa bahwa dicontoh orang lain merupakan ibadah.
¶ Karena selalu dicontoh orang lain akan memotivasi diri untuk bekerja dengan baik.
REWARD AND PUNISHMENT
BUKAN SATU-SATUNYA
MOTIVATOR
¶ Dengan kondisi dan sistem remunerasi yang berlaku di negeri kita masih belum baik, maka reward and punishment justru sering memproduksi kekecewaan.
¶ Sebaiknya untuk memotivasi diri tidak terfokus dengan adanya reward and punisment.
¶ Penghargaan belum tentu tepat sasaran, sering yang prestasinya jelek malah mendapat penghargaan.
¶ Orang yang jelas salah sering kali tidak diberi sangsi.
¶ Hal-hal demikian akan membuat kecewa.
¶ Seharusnya motivasi dimunculkan baik ada reward atau tidak.
¶ Kita sadar bahwa motivasi harus selalu ada karena motivasi sangat terkait dengan kewajiban yang harus kita kerjakan.
¶ Kita menerima hak maka kewajiban harus dilaksanakan.
¶ Kewajiban bisa dikerjakan dengan baik jika ada motivasi.
¶ Seorang manajer seharusnya menjadi contoh untuk tetap menjaga motivasinya apakah ada reward atau tidak.
MEMBUAT BOSS
PUAS DAN TERSENYUM
¶ Tunjukkan sikap disiplin yang tinggi.
¶ Tunjukkan etos kerja yang kuat.
¶ Bantulah secara total tugas-tugas Boss.
¶ Jangan repotkan Boss dengan perilaku kita.
¶ Dukung program-program Boss yang saat ini menjadi prioritas.
¶ Jangan suka bikin masalah.
¶ Jangan menunggu perintah Boss.
¶ Ambil peran yang berarti untuk membantu masalah yang sedang dihadapi Boss.
¶ Jangan sekali-kali menggurui Boss.
¶ Jangan mengritik Boss tanpa memberi alternatif.
¶ Jangan membuat Boss jadi kecewa.
¶ Perhatikan hal-hal yang disukai Boss.
¶ Beri informasi Boss lengkap dengan data.
¶ Jangan sok jadi tukang fitnah.
¶ Pastikan bahwa anda tidak hanya pandai bicara.
| Reaksi: |

Dunia internet itu selalu tanpa batas. Banyak hal yang sepertinya tak mungkin, tapi nyatanya bisa terjadi.
Dulu sebelum internet lahir, banyak orang yang hanya ingin “hidup” saja (belum kaya) harus benar-benar menguras keringatnya untuk bekerja. Dari pagi sampai sore bahkan terkadang malam hari, mereka harus bergelut dengan pekerjaannya. Itupun kadang hasilnya tidak sepadan. Waktu dan tenaga mereka yang habis untuk bekerja hanya cukup untuk makan ala kadarnya.
Tapi sekarang, begitu internet lahir, sudah tidak terhitung berapa orang yang bukan hanya bisa bekerja gara-gara teknologi ini, tapi juga bisa kaya mendadak tanpa harus keluar keringat. Tidak sedikit para internet marketer yang cuma tinggal klak-klik mousenya dan uangpun mengalir sendiri ke kantongnya. Itupun dilakukan di ruangan ber-AC dengan tubuh yang bisa bebas bergerak. Tidak harus selalu berada di bawah meja seperti para orang kantoran. Kadang para internet marketer itu melakukannya sambil liburan di pantai, melihat ombak yang gulung-menggulung seperti halnya uang yang juga gulung-menggulung masuk kantong.
Seperti itulah berkah dari internet. Yang mampu membuat seseorang yang hampir terperosok di jurang kemelaratan tiba-tiba melesat berada di puncak kesuksesan.
Maksud saya berbincang ngalor-ngidul tadi adalah kesempatan sukses lewat internet itu selalu terbuka lebar. Tinggal anda mau masuk menggelutinya atau diam di tempat seperti sekarang selama-lamanya.
Pilihan sepenuhnya ada pada anda!
Baiklah. Sekarang saya akan tunjukkan jalan anda bisa kaya lewat blog. Ada beragam sumber penghasilan yang akan terus mengalir memenuhi kantong anda.
- Iklan. Ini mungkin yang paling umum dilakukan orang. Dan tidak sedikit juga blogger Indonesia yang sudah mendapat jutaan rupiah per bulannya. Program iklan yang paling banyak dipakai seperti Google Adsense, WidgetBucks, dan Text Link Ads.
- Affiliate Program. Banyak sekali affiliate program yang bisa anda ikuti. Misalnya seperti Formula Bisnis yang saya kelola yang sudah membantu ribuan orang lepas dari kemelaratan. Atau affiliate program luar negeri yang cukup bagus seperti Clickbank, Linkshare, Commission Junction, dan Amazon.
- Iklan langsung. Anda pun punya kesempatan menambah pundi-pundi uang lewat iklan secara langsung. Maksudnya, perusahaan atau lembaga yang tertarik berpromosi lewat blog anda, bisa langsung memasang iklan tanpa perantara. Anda pun bisa jemput bola dengan menawarkannya kepada mereka. Tapi tentu mereka tak mau asal pasang iklan. Tetap juga dilihat apakah blog anda trafficnya tinggi, pengunjung blog anda sesuai dengan target market perusahaan, dan citra blog anda tidak menganggu citra perusahaan.
- Blog network. Bergabung dengan blog network bisa menambah pemasukan anda. Biasanya blog network yang anda ikuti juga akan membagikan penghasilan dari iklan yang diperoleh.
- Menjual Blog. Anda bisa buat blog dengan tujuan untuk dijual kembali. Jika blog anda trafficnya tinggi, biasanya banyak yang tertarik membeli. Di luar negeri, hal ini sudah biasa terjadi. Jadi anda tinggal buat blog, kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Lalu anda tinggal buat blog baru untuk dikembangkan lagi dan dijual lagi.
- Jual merchandise. Jika blog anda sudah memiliki banyak penggemar, anda bisa meraup lebih banyak uang dengan menjual merchandise bertuliskan blog anda. Misal bentuknya berupa kaos, mug, atau kalender.
- Konsultan Blog. Anda bisa menjadi konsultan bagi orang-orang yang berniat membuat blog. Anda bisa pasang tarif untuk setiap konsultasi. Di luar negeri, profesi konsultan blog ini sudah berkembang pesat. Dan di negeri kita, profesi ini sudah mulai menggeliat. Dengan mulai tumbuhnya blog korporat, Anda pun bisa menyasar perusahaan-perusahan sebagai calon klien anda.
- Seminar. Anda bisa buat seminar tentang dunia blog. Atau temanya spesifik seperti blog yang anda punya. Ini salah satu cara untuk meraup lebih banyak lagi uang masuk ke kantong anda.
- Bisnis Menulis Blog. Karena isi blog terutama tulisan, ini juga bisa anda jadikan peluang sumber penghasilan. Anda bisa tawarkan diri untuk mengisi blog-blog orang lain.
- Menulis di media massa. Bukan hanya menulis di blog sendiri atau blog orang lain, anda pun bisa menulis di media konvensional seperti koran atau majalah. Anda bisa cantumkan profesi sebagai blogger. Anda juga bisa membuat buku tentang dunia blog atau tema lainnya. Selain aliran uang makin deras, nama anda juga akan makin berkibar.
Sangat banyak kan sumber penghasilan yang bisa anda buat dengan blog? Prinsipnya jangan pernah puas dengan sumber penghasilan yang sudah anda punya selama ini. Terus buat sumber baru. Dengan kreativitas, anda pasti bisa kembangkan sumber penghasilan baru yang tak terduga. Dengan memperbanyak sumber aliran uang, selain pasti memperbesar aliran uang, anda juga memperkecil risiko kegagalan usaha.
Ada yang mau menambahkan sumber penghasilan di atas?
Related Posts:
- Bagaimana Meraup Untung Besar dari Blog yang Sederhana (Bagian 1)
- 4 Kunci Utama untuk Meningkatkan Penghasilan Bisnis Internet Anda
- Memoles Tampilan Blog Anda: Pakai Desain yang Memikat dan Font yang Tepat
- Berikan ‘Value’, Bukan Produk! (Bagian 2)
- Tren dan Prediksi Bisnis Internet 2009, Apa dan Bagaimana? (Bagian 1)
| Reaksi: |
BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN KREDIBILITAS SEORANG MANAJER
¶ Memperlakukan bawahan sebagai individu yang bermanfaat
¶ Senantiasa menjaga hubungan personal dengan bawahan
¶ Senantiasa menjaga hubungan dengan kolega/teman
¶ Selalu memegang janji yang pernah diucapkan
¶ Memiliki komitmen dan konsistensi yang tinggi
¶ Berupaya berpikir rasional dan proporsional
¶ Menyikapi setiap masalah secara jernih
¶ Mengikuti perkembangan teknologi dan ekonomi dunia
¶ Mampu membaca situasi secara jernih
¶ Tidak pernah berhenti untuk belajar
¶ Berusaha untuk berjalan di atas rel aturan
¶ Senantiasa meningkatkan komunikasi dengan bawahan, atasan maupun teman
¶ Senantiasa berperilaku menyenangkan
¶ Berusaha menjauhi perbuatan maksiat
¶ Bersikap adil dan tidak pilih kasih
¶ Mempertahankan prinsip hidup yang benar
¶ Bisa fleksibel dengan hal-hal yang masih bisa ditolerir
¶ Mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dari berbagai aspek
¶ Mengutamakan kepentingan orang banyak
¶ Senantiasa meningkatkan ibadah
KUNCI SUKSES
MEMBANGUN
SEMANGAT BAWAHAN
¶ Tunjukkan tujuan dan sasaran organisasi kepada bawahan
¶ Sosialisasikan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran
¶ Bangun rasa bangga sebagai anggota organisasi
¶ Berikan imbalan gaji dan imbalan yang wajar
¶ Tanamkan bahwa bekerja adalah ibadah
¶ Berikan pemahaman bahwa hak dan kewajiban harus seimbang
¶ Berikan perintah seolah-olah kita minta tolong
¶ Kembangkan suasana kerja yang kondusif
¶ Tanggapi secara positif setiap masukan dari Bawahan
¶ Akuilah ide bawahan sebagai bentuk kontribusi mereka
¶ Dengarkan keluhan bawahan secara seksama
¶ Tebarkan senyum persahabatan kepada Bawahan
¶ Hindari kesan kekuasaan
¶ Berikan tugas dan perintah secara jelas
¶ Berikan kepercayaan yang memadai
¶ Hindari pengawasan yang terlalu ketat
¶ Hargailah hasil kerja bawahan secara wajar
¶ Berikan pujian yang tulus
¶ Berikan kritik dan saran secara bijak
¶ Jika melakukan perubahan, berikan sosialisasi yang cukup
BAGAIMANA
MEMBANGUN KOMUNIKASI DENGAN BAWAHAN
∞ Menghargai keberadaan bawahan
∞ Tidak menganggap dirinya paling pintar dan Benar
∞ Berbicara dengan santun walau dengan bawahan
∞ Berusaha berbicara jelas dan runtut
∞ Memberikan pengayoman kepada bawahan
∞ Berusaha menjadi pendengar yang baik
∞ Tidak segan menanggapi keluhan bawahan
∞ Sering turun langsung menemui bawahan
∞ Memberi kesempatan bawahan untuk
∞ menyampaikan pendapat
∞ Tidak terlalu membuat jarak dengan bawahan
∞ Memberikan perintah dengan jelas
∞ Memberikan kritik dan saran secara konstruktif
∞ Tidak memaksakan kehendak pada bawahan
∞ Tidak sulit untuk ditemui
∞ Menyediakan waktu untuk konsultasi
∞ Menciptakan suasana kerja yang kondusif`
∞ Sering mengadakan acara non formal
∞ Memahami kelemahan dan kekurangan Bawahan
∞ Tidak mudah marah kepada bawahan
∞ Tidak suka mengandalkan kekuasaannya
SIKAP POSITIF
SEORANG MANAJER
¶ Memiliki prinsip hidup yang kuat
¶ Hati-hati dan perhitungan dalam setiap Langkah
¶ Pandai memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk
¶ Berusaha tidak larut dalam perkembangan negatif
¶ Menyikapi setiap perubahan secara positif
¶ Mampu mengambil hikmah dari setiap Perubahan
¶ Tidak mudah menyerah dan putus asa
¶ Bersikap antisipatif dan proatif
¶ Kreatif dan inovatif
¶ Berusaha untuk bersikap preventif
¶ Cenderung menggalang kerja sama
¶ Konsisten dan konsekuen
¶ Memiliki sikap disiplin yang tinggi
¶ Mengikuti perkembangan dunia global
¶ Berusaha untuk tidak gagap teknologi
¶ Senantiasa menciptakan peluang-peluang
¶ Selalu berpikir jauh ke depan
¶ Tanggap terhadap ancaman yang akan Datang
¶ Setiap kegiatan selalu memasang target
¶ Mampu merumuskan tujuan dan sasaran
secara rasional
CARA MEMBANGUN
HUBUNGAN HARMONIS
DENGAN BAWAHAN
¶ Memberikan perintah secara bijak kepada
Bawahan
¶ Memberikan teguran secara bijak kepada
Bawahan
¶ Tidak pilih kasih
¶ Tidak membenci bawahan
¶ Menilai prestasi bawahan secara adil
¶ Tidak mengancam bawahan
¶ Melihat bawahan dari sisi positif
¶ Tidak menjatuhkan bawahan di depan orang Lain
¶ Senang menerima ide dan usulan bawahan
¶ Mau mengalah kepada bawahan
¶ Memberikan kepercayaan kepada bawahan
¶ Menyimpan rahasia bawahan
¶ Bersikap fleksibel kepada bawahan
¶ Senantiasa memberikan bimbingan
¶ Memberikan kesempatan maju kepada
bawahan
¶ Senantiasa menepati janji
¶ Tidak pernah meminta upeti kepada Bawahan
¶ Menghargai karya bawahan
¶ Tidak suka membuat repot bawahan
¶ Bertanggungjawab dengan apa yang dilakukan Bawahan
CARA EFEKTIF
MENJADI
TELADAN BAWAHAN
¶ Datang ke kantor tepat waktu
¶ Tidak menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi
¶ Tidak memanfaatkan bawahan untuk kepentingan pribadi
¶ Menunjukkan etos kerja yang tinggi
¶ Tidak menggunakan jam kerja untuk kepentingan pribadi
¶ Tidak melakukan perbuatan yang tidak Pantas
¶ Tidak menerima yang bukan haknya
¶ Tidak menyuruh bawahan pada hal-hal Negatif
¶ Tidak mengeluh di depan bawahan
¶ Tidak memanfaatkan kegiatan untuk kepentingan pribadi
¶ Bersikap wajar di depan anak buah
¶ Jika dinas keluar kota memberitahu bawahan
¶ Memiliki rasa tanggungjawab yang besar
¶ Satunya ucapan dan perbuatan
¶ Menyikapi perubahan secara positif
¶ Tidak mudah menyalahkan bawahan
¶ Mudah memberi maaf dan minta maaf
¶ Tidak pelit dan kikir
¶ Tidak terlalu kaku pada bawahan
¶ Melaksanakan kewajiban sebagai umat beragama
KEAHLIAN APA
YANG HARUS DIMILIKI
SEORANG MANAJER
¶ Ahli pidato dan berbicara
¶ Ahli mempengaruhi dan merayu orang lain
¶ Ahli diplomasi dan berdebat
¶ Ahli membuat proposal
¶ Ahli mengatur waktu
¶ Ahli membuat skala prioritas
¶ Ahli mengatur dan mengendalikan anggaran
¶ Ahli membuat tulisan
¶ Ahli mencari alasan dan pembenaran
¶ Ahli menciptakan visi dan misi
¶ Ahli melihat dan menemukan peluang
¶ Ahli mencari solusi permasalahan
¶ Ahli melihat kelemahan dan kekuatan organisasi
¶ Ahli menyusun strategi
¶ Ahli menata organisasi
¶ Ahli membuat jaringan kerja (net working)
¶ Ahli mengamati dan membaca situasi
¶ Ahli menutupi kelemahan organisasi
¶ Ahli menangkis balik serangan lawan atau Pesaing
¶ Ahli mempertahankan prinsip
KEBERANIAN
SEORANG MANAJER
¶ Berani membuat mimpi (visi)
¶ Berani menentukan sasaran
¶ Berani mengambil resiko
¶ Berani mengambil keputusan
¶ Berani bertanggungjawab
¶ Berani mengatakan apa adanya
¶ Berani mengungkap ketidakberesan
¶ Berani mempertahankan prinsip
¶ Berani mengingatkan bawahan
¶ Berani mengatakan tidak
¶ Berani memberi contoh dan teladan
¶ Berani melakukan perubahan
¶ Berani berkorban
¶ Berani menolak yang bukan haknya
¶ Berani menghadapi ancaman
¶ Berani menangkap peluang
¶ Berani melakukan amar ma'ruf nahi mungkar
¶ Berani mengoreksi diri sendiri
¶ Berani menerima kritik
¶ Berani menghadapi protes bawahannya
KEBIASAAN MANAJER
YANG INFORMATIF
¶ Menjelaskan hasil apa yang diharapkan dari anak buah
¶ Memberitahu kedudukan bawahan dalam organisasi
¶ Memberitahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan
¶ Memberitahu bawahan bagaimana cara mengembangkan dirinya
¶ Menanyakan sarana apa yang diperlukan bawahan untuk kelancaran tugas
¶ Memberi contoh bagaimana membina hubungan pribadi
¶ Memberitahu akibat yang terjadi jika target tidak tercapai
¶ Mensosialisasikan kondisi perusahaan secara periodik
¶ Memberi pengertian pentingnya keseimbangan hak dan kewajiban
¶ Memberi kesempatan bawahan untuk menyampaikan ide dan usulan
¶ Memberi dukungan terhadap apa yang dikerjakan oleh bawahan
¶ Memberi informasi lebih dulu jika akan melakukan perubahan
¶ Selalu menginformasikan hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan secara periodik
¶ Menunjukkan kekurangan bawahan sekaligus memberikan saran yang konstruktif
¶ Melakukan evaluasi terhadap kinerja bawahan secara periodik
¶ Siap memberikan penjelasan terkait dengan kebijaksanaan yang diambil oleh manajemen
¶ Senantiasa berkonsultasi dengan bawahan terkait dengan kesulitan yang dihadapi perusahaan
¶ Pintu kantornya terbuka untuk bawahan yang ingin menyampaikan masalah dan keluhan
¶ Mampu menyederhanakan informasi sehingga mudah ditangkap oleh bawahan
¶ Tidak pernah bosan dalam memberikan arahan demi lancarnya tugas operasional organisasi
PENYAKIT HATI
SEORANG MANAJER
¶ Gila hormat
¶ Merasa paling benar
¶ Suka marah
¶ Terlalu mencintai dunia
¶ Menganggap orang lain kecil
¶ Suka pamer
¶ Suka pergi ke dukun
¶ Bersikap angkuh dan sombong
¶ Serakah
¶ Suka selingkuh
¶ Gila kekuasaan
¶ Bermuka dua alias plin-plan
¶ Dendam pada bawahannya
¶ Kurang percaya diri
¶ Suka membual dan berdusta
¶ Suka ingkar janji
¶ Lupa akan nikmat Allah
¶ Terlalu optimis
¶ Suka menghasut
¶ Suka pada kemaksiatan
PERAN YANG HARUS
DIMAINKAN SEORANG MANAJER
¶ Sebagai motivator
¶ Sebagai dinamisator
¶ Sebagai moderator
¶ Sebagai fasilitator
¶ Sebagai negosiator
¶ Sebagai informator
¶ Sebagai transformator
¶ Sebagai shock absorber (peredam)
¶ Sebagai entrepreneur
¶ Sebagai braker (rem)
¶ Sebagai stater
¶ Sebagai charger
¶ Sebagai alarm
¶ Sebagai refrigerator (pendingin)
¶ Sebagai komunikator
¶ Sebagai monitor (pemantau)
¶ Sebagai controller (pengendali)
¶ Sebagai teacher (pengajar)
¶ Sebagai resource alocator (pembagi sumberdaya)
¶ Sebagai inspirator
TUGAS PENTING
SEORANG MANAJER
¶ Mengambil keputusan
¶ Menggerakkan roda organisasi
¶ Menentukan tujuan dan sasaran
¶ Membangun kerjasama
¶ Menyamakan persepsi
¶ Menggali dan meningkatkan potensi bawahan
¶ Membangun motivasi bawahan
¶ Meredam konflik di antara bawahan
¶ Membangun kreativitas bawahan
¶ Membuat perencanaan strategik
¶ Menilai prestasi bawahan
¶ Melaksanakan sistem reward & punishment
secara bijak
¶ Mensosialisasikan program-program organisasi
¶ Memecahkan masalah-masalah yang muncul
¶ Memimpin rapat
¶ Meningkatkan produktivitas SDM
¶ Mendengarkan keluhan bawahan
¶ Memberikan umpan balik kepada bawahan
¶ Membangun suasana kerja yang kondusif
¶ Menciptakan perubahan yang positif
BAGAIMANA
MEMAKSIMALKAN
POTENSI BAWAHAN
¶ Kenali bakat dan kecenderungan bawahan anda.
¶ Amati sampai dimana kemampuan dan ketrampilannya saat ini.
¶ Ajaklah diskusi dan tanyakan pelatihan apa yang mereka butuhkan.
¶ Tambah ketrampilan lain untuk memperluas wawasannya.
¶ Perlakukan bawahan anda sebagai orang dewasa.
¶ Berikan kesempatan bawahan untuk mengetahui informasi penting tentang organisasi.
¶ Jangan memberikan kritik secara terus menerus.
¶ Mintalah umpan balik terkait dengan kebijakan yang anda buat.
¶ Lihat dan berikan pujian yang tulus saat bawahan mengerjakan tugas dengan baik.
¶ Berikan umpan balik sesegera mungkin jangan sampai terlambat.
¶ Sekali-kali biarkan bawahan membuat kesalahan yang tidak prinsip, untuk meningkatkan kedewasaannya.
¶ Berikan target yang menantang tetapi realistis.
¶ Tawarkan sarana apa yang diperlukan untuk mencapai target.
¶ Berikan kesempatan mereka membuat keputusan di tempat kerjanya sendiri.
¶ Temui mereka secara periodik untuk membangun komunikasi.
¶ Usahakan mereka tahu bahwa mereka adalah bagian penting dari organisasi.
¶ Usahakan kesalahan yang mereka lakukan tidak merusak rasa percaya dirinya.
¶ Berikan perintah secara jelas agar mereka tidak salah tafsir.
¶ Usahakan mereka tahu tujuan dan alasan mengapa suatu tugas harus dilakukan.
¶ Beritahu apa yang menjadi prioritas sehingga mereka tahu mana yang harus dikerjakan lebih dulu.
¶ Sosialisasikan strategi global yang akan dilaksanakan oleh organisasi.
¶ Sampaikan secara jelas apa yang menjadi kesulitan organisasi.
¶ Berikan gambaran ancaman dan peluang dimasa yang akan datang.
¶ Jika harus menegur dan mengkritik, lakukan secara bijaksana dan konstruktif.
¶ Hindari perilaku yang menyebabkan bawahan kecewa.
¶ Usahakan menilai bawahan secara obyektif.
¶ Ajaklah mereka untuk selalu belajar dan belajar.
¶ Usahakan bawahan menyadari atas kelemahan dan kekurangannya demi untuk kemajuan.
¶ Ajaklah bawahan senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan YME.
PENAMPILAN
MANAJER YANG SIMPATIK
¶ Senantiasa menghargai orang lain.
¶ Wajahnya selalu menunjukkan keceriaan
¶ Tutur katanya halus dan santun.
¶ Cara berpakaiannya rapi dan serasi.
¶ Berusaha memberikan salam lebih dulu.
¶ Cara berjalan tegap dan seimbang.
¶ Senantiasa murah senyum.
¶ Senantiasa berpikir positif terhadap orang lain.
¶ Bersikap wajar.
¶ Berendah hati tapi memiliki kepercayaan diri.
¶ Tidak menggunakan 'aji mumpung'.
¶ Tidak sulit untuk meminta maaf.
¶ Tidak sulit untuk memberi maaf.
¶ Mampu memahami pendapat orang lain.
¶ Berusaha untuk menyenangkan orang lain.
¶ Mudah menyesuaikan diri namun memiliki prisip.
¶ Tidak sulit memberikan pujian kepada orang lain.
¶ Mudah diajak berdiskusi dan musyawarah.
¶ Tidak suka membuat konflik.
¶ Mau menghargai pendapat orang lain.
MENINGKATKAN
PRESTASI DIRI
¶ Tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru.
¶ Tidak enggan untuk memulai.
¶ Tidak malas untuk belajar dan membaca.
¶ Tidak hanya sibuk dengan hal-hal yang kecil.
¶ Tidak asyik dengan tangan di dalam saku.
¶ Tidak malas untuk selalu memutar otak.
¶ Tidak takut terhadap resiko.
¶ Tidak enggan untuk belajar dari pengalaman.
¶ Tidak merasa yang paling hebat.
¶ Tidak merasa yang paling benar.
¶ Tidak selalu apriori.
¶ Tidak merendahkan orang lain.
¶ Tidak suka menunda pekerjaan.
¶ Tidak takut terhadap tantangan dan kesulitan.
¶ Tidak enggan untuk selalu mencari informasi.
¶ Tidak enggan mengikuti perkembangan tehnologi.
¶ Tidak mau bekerja setengah-setengah.
¶ Tidak malas untuk beribadah.
SIKAP DAN PERILAKU
YANG HARUS DIHINDARI
OLEH SEORANG MANAJER
¶ Suka marah pada bawahan dengan alasan yang tidak jelas.
¶ Suka memarahi bawahan di muka orang banyak.
¶ Selalu mencela hasil kerja bawahan.
¶ Memberikan perintah dengan cara yang kasar.
¶ Memberikan teguran yang menyakitkan.
¶ Sulit menerima masukan dari bawahan.
¶ Menolak ide bawahan secara menyakitkan.
¶ Menilai bawahan secara pilih kasih.
¶ Menjatuhkan sangsi tidak sesuai dengan kesalahannya.
¶ Suka memasang mata-mata untuk mengawasi bawahan.
¶ Lebih percaya pada orang lain daripada bawahannya sendiri.
¶ Membenci bawahan secara berlebihan.
¶ Tidak senang melihat bawahannya maju.
¶ Suka memaksakan kehendak.
¶ Suka mengancam dengan menggunakan kekuasaannya,
¶ Selalu mengelihatkan wajah yang angker.
¶ Suka minta dihormati dan disanjung.
¶ Tidak pernah peduli dengan kesulitan bawahan.
¶ Sering berpura-pura sibuk di muka bawahannya.
¶ Sering mengingkari janji.
¶ Sok berlagak alim di muka bawahannya.
¶ Senang menakut-nakuti bawahannya.
¶ Pelit memberikan pujian kepada bawahan.
¶ Senang memberikan perintah secara mendadak.
¶ Perintahnya sering berubah-ubah.
¶ Suka mendiamkan bawahannya.
¶ Memberikan target secara tidak rasional.
¶ Suka berkeluh kesah di muka bawahannya.
¶ Pelit menularkan ilmu kepada bawahannya.
¶ Tidak konsekuen dan konsisten dengan keputusan yang dibuat.
¶ Melakukan pengawasan terlalu berlebihan.
¶ Melihat bawahan cenderung dari sisi negatifnya.
¶ Menganggap bawahannya semuanya bodoh.
¶ Suka mengganggu dan iseng pada anak buahnya.
¶ Suka minta upeti pada bawahannya.
UPAYA MANAJER
UNTUK MENCAPAI
PUNCAK PRESTASI
¶ Senantiasa mencari dan mencoba cara terbaik.
¶ Melakukan hal-hal yang besar dan strategis.
¶ Tidak enggan untuk memulai.
¶ Berani terhadap tantangan dan resiko.
¶ Terus menerus menggali ide dan gagasan.
¶ Membuat harapan yang realistis.
¶ Mengutamakan kejujuran.
¶ Menolak yang baik untuk mendapatkan yang terbaik.
¶ Senantiasa memperkaya informasi.
¶ Memiliki tanggung jawab yang besar.
¶ Teguh dalam menghadapi berbagai rintangan.
¶ Tidak kenal putus asa.
¶ Gagal dan bangun lagi untuk tetap mencoba sampai berhasil.
¶ Menyadari bahwa kesempatan tidak akan mengetuk dua kali.
¶ Senantiasa membangun motivasi dari dalam diri.
¶ Malu berbuat yang tidak pantas.
¶ Berusaha menjadi contoh bagi orang lain.
¶ Senantiasa berpikir jauh ke depan dan mengerjakan apa yang ada saat ini.
¶ Pantang untuk menunda pekerjaan.
¶ Bersikap tabah dan tawakal.
¶ Bukan kerja keras tapi kerja cerdas.
¶ Senantiasa berdoa untuk memohon petunjuk Allah.
BAGAIMANA MEMBUAT
PROGRAM PELATIHAN
¶ Membuat analisa kebutuhan pelatihan.
¶ Alasan mengapa dibutuhkan pelatihan.
¶ Mengumpulkan informasi terkait dengan analisa kebutuhan.
¶ Menyusun sasaran pelatihan.
¶ Membuat alternatif metode pelatihan.
¶ Memilih metode yang cocok.
¶ Memilih exhouse atau inhouse training.
¶ Menyusun faktor-faktor yang mendukung jalannya pelatihan.
¶ Memilih pengajar yang cocok.
¶ Menyiapkan sarana tehnis.
¶ Mengerjakan pelaksanaan pelatihan.
¶ Mengevaluasi hasil pelatihan.
¶ Memperbaiki pelatihan yang sudah dilaksanakan untuk perbaikan ke depan.
MENILAI
PRESTASI BAWAHAN.
¶ Membuat tujuan dan sasaran menilai prestasi serta apa yang diharapkan dari penilaian tersebut.
¶ Membuat sistem penilaian yang dapat menggambarkan keadilan.
¶ Menyusun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menilai prestasi bawahan.
¶ Meminimalisir subyektivitas.
¶ Berusaha tidak mengikutkan konflik pribadi dalam menilai bawahan.
¶ Mengkondisikan penilaian prestasi sebagai alat untuk memotivasi bawahan, bukan sebaliknya.
¶ Memberikan penjelasan dan sosialisasi atas hasil penilaian prestasi.
¶ Menghindari sekecil mungkin dampak negatif akibat penilaian prestasi tersebut.
¶ Menyadari bahwa tidak semua orang puas dengan hasil penilaian prestasi.
¶ Siap dalam menghadapi protes yang mungkin terjadi.
MENINGKATKAN
SIKAP DISIPLIN BAWAHAN.
¶ Fahami indikasi terjadinya ketidakdisiplinan.
¶ Menjelaskan apa makna disiplin itu.
¶ Unsur apa yang membentuk sikap disiplin.
¶ Mengapa ada karyawan cenderung tidak disiplin.
¶ Pemahaman bahwa disiplin adalah kiat menuju sukses.
¶ Penjabaran ruang lingkup disiplin.
¶ Bagaimana cara meningkatkan disiplin.
¶ Diberikan contoh dan teladan.
¶ Disosialisasikan secara bertahap.
¶ Diberikan aturan-aturan.
¶ Dilaksanakan.
¶ Dievaluasi
¶ Dilakukan perbaikan.
MENGELOLA WAKTU
SECARA EFEKTIF
¶ Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa dikembalikan.
¶ Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga.
¶ Semua orang diberi waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari.
¶ Hanya orang yang dapat mengatur waktu yang beruntung.
¶ Kita cermati apa akibatnya jika kita tidak mengelola waktu secara baik.
¶ Kita coba mencari cara bagaimana kita bisa mengatur waktu secara efektif dan efisien.
¶ Kita tunjukkan kepada bawahan bagaimana menggunakan waktu secara baik.
¶ Mengelola waktu berarti harus disiplin dengan waktu.
¶ Kita bantu bawahan bagaimana menghemat dan menggunakan waktu secara baik.
¶ Perencanaan kerja yang baik adalah salah satu cara untuk mengelola waktu.
¶ Kegiatan-kegiatan yang memboroskan waktu harus kita hindari.
¶ Kita berikan contoh-contoh kegiatan apa saja yang cenderung hanya menghabiskan waktu tanpa memberikan manfaat yang berarti.
¶ Kita tunjukkan apa keuntungan dari mengelola waktu secara baik.
MENINGKATKAN
PRODUKTIVITAS
KERJA BAWAHAN.
¶ Bangkitkan semangat kerjanya berdasar kesadaran.
¶ Berikan pemahaman tentang maksud dan tujuan mengapa tugas harus dikerjakan.
¶ Usahakan tugas dan pekerjaan menjadi sederhana.
¶ Berikan target-terget yang menantang tetapi kemungkinan besar dapat dicapai.
¶ Galang kerja sama yang harmonis.
¶ Hindarkan persaingan yang tidak sehat.
¶ Tanamkan rasa bangga terhadap pekerjaan.
¶ Beri arahan bagaimana mengerjakan pekerjaan secara efektif dan efisien.
¶ Biasakan untuk menghargai waktu.
¶ Latih untuk berani mengambil sikap.
¶ Berikan penghargaan yang memadai.
MENYADARKAN
KESEIMBANGAN
HAK DAN KEWAJIBAN
¶ Memberikan pemahaman secara detil apa yang menjadi kewajiban sebagai karyawan,
¶ Jelaskan seluruh hak yang akan diperoleh baik semasa aktif maupun saat pensiun.
¶ Fahamkan bahwa hak dan kewajiban harus seimbang.
¶ Berikan hitungan secara matematik apakah nilai kerja yang sekarang dilakukan sudah sesuai dengan hak yang diterima.
¶ Sadarkan bahwa hak yang diterima saat pensiun nanti, kewajibannya harus dilakukan saat masih aktif sekarang ini.
¶ Berikan kesadaran bahwa gaji atau rejeki yang didapatkan, 'kebarokahannya' tergantung bagaimana kita menjalankan kewajiban.
¶ Seharusnya yang benar kewajiban dilaksanakan dengan baik maka hak akan mengikutinya.
¶ Hidarkan fokus pikiran hanya tertuju pada hak.
¶ Bekerja akan mendapatkan kepuasan yang sejati jika kewajiban dilaksanakan dengan baik.
MEMPENGARUHI
BAWAHAN MELALUI
KETELADANAN.
¶ Sadarkan diri kita bahwa apa yang akan kita perbuat sangat mungkin ditiru bawahan kita.
¶ Kita usahakan setiap yang akan kita kerjakan memang patut dicontoh oleh anak buah.
¶ Bersikaplah seperti bapak sekaligus teman.
¶ Hindari sikap kaku dan arogan.
¶ Pedulilah terhadap setiap keluhan bawahan.
¶ Upayakan situasi kerja yang kondusif.
¶ Senantiasa menghargai bawahan.
¶ Tunjukkan sikap positif.
¶ Hindarkan melakukan penyimpangan.
¶ Tetaplah mengikuti aturan dan prosedur.
¶ Tetaplah melakukan introspeksi diri.
MENGAPA GAGAL
MENCAPAI PUNCAK PRESTASI
¶ Tidak memiliki prinsip hidup yang kuat.
¶ Tidak tahu ke mana mengarahkan tujuan hidup.
¶ Sulit mengenali keunggulan dirinya.
¶ Minder, terlalu rendah menghargai dirinya.
¶ Tidak mengenali kelemahan diri.
¶ Terlalu bersahabat dengan masa lalu.
¶ Anti perubahan.
¶ Tidak mampu melihat masa depan.
¶ Memaksakan memuaskan diri.
¶ Tidak memiliki gairah hidup.
¶ Berpikir negatif atau selalu buruk sangka.
¶ Tidak memiliki kepedulian dengan masalah sosial.
¶ Tidak konsisten, mata melihat hijau tetapi mulut mengatakan merah.
¶ Lamban dalam mengantisipasi perubahan.
¶ Tidak mampu mengelola waktu.
¶ Selalu melihat dengan kaca mata hitam.
¶ Merasa direpotkan dengan disiplin.
¶ Tahunya beres, hidup serumah dengan kemalasan.
¶ Egois, tidak mau tahu urusan orang lain.
¶ Pengagum dunia, hidup hanya untuk makan.
¶ Usil, selalu peduli kelemahan orang lain.
¶ Iri, pingsan jika melihat orang lain sukses.
¶ Hidup boros, besar pasak dari pada tiang.
¶ Puas dengan predikat nomor kambing.
¶ Ingin jabatan tinggi tetapi tidak mau usaha.
¶ Sulit untuk berpikir jernih.
¶ Melihat pengalaman masa lalu sebagai musuh.
¶ Bersandar pada nasib tanpa mau berusaha.
¶ Suka bermuka dua.
¶ Takut menghadapi resiko.
¶ Tidak suka berinteraksi dengan dunia luar.
¶ Sulit untuk bersyukur.
CIRI KHAS KARYAWAN
BERETOS KERJA PLUS
¶ Pandai mengatur dan menghargai waktu.
¶ Memiliki disiplin yang tinggi.
¶ Memanfaatkan jam kerja secara efektif.
¶ Bekerja dengan perencanaan yang matang.
¶ Selalu memasang target yang menantang.
¶ Tidak mau kerja setengah-setengah.
¶ Bekerja tanpa menunggu perintah.
¶ Disiplin tanpa diawasi.
¶ Mampu memaksimalkan potensi diri.
¶ Semangat kerja tidak pernah kendur.
¶ Tidak mudah putus asa.
¶ Tidak takut terhadap resiko.
¶ Suka mencoba hal-hal baru.
¶ Tidak takut gagal..
¶ Memiliki tanggung jawab yang besar.
¶ Memiliki prinsip dan pendirian yang kuat
¶ Bekerja dengan sumber daya yang efektif dan efisien.
¶ Senang melakukan evaluasi diri.
¶ Senantiasa berdoa dan mohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa.
TEHNIS SUKSES
MENYIASATI PERUBAHAN
¶ Berfikir positif.
¶ Inovatif – piawai mencari terobosan.
¶ Partisipatif – ikut mendukung perubahan.
¶ Komunikatif – mau berhubungan dengan orang lain.
¶ Informatif – mampu menyampaikan pesan secara efektif.
¶ Produktif – memacu menjadi lebih baik.
¶ Kompetitif – memenangkan persaingan secara sehat.
¶ Negosiatif – menyelesaikan masalah tanpa timbul masalah.
¶ Adaptif – larut tapi tidak tenggelam.
¶ Asertif – berkepribadian kuat dan percaya diri.
¶ Antisipatif – cermat membaca tanda – tanda zaman.
¶ Responsif – tanggap terhadap dinamika perubahan.
¶ Proaktif – tidak tinggal diam menunggu.
¶ Toleransif – menghargai prularisme dalam kehidupan.
¶ Persuasif – mudah melakukan pendekatan.
¶ Kolaboratif – mudah diajak kerja sama dalam hal positif.
¶ Obyektif – melihat masalah secara jernih.
¶ Argumentatif – menggunakan nalar untuk meyakinkan.
¶ Atraktif – mampu menarik perhatian.
¶ Selektif – bertindak berdasar skala prioritas.
¶ Sportif – mengakui kelebihan orang lain.
¶ Imajinatif – berfikir untuk masa depan.
¶ Intuitif – menggunakan otak kanan dengan baik.
¶ Arif – bertindak bijaksana dan mengedepankan humanisme.
¶ Afirmatif – memberi semangat untuk berprestasi.
¶ Efektif – berfikir sebelum bertindak.
¶ Konstruktif – memiliki jiwa membangun.
¶ Perfektif – berusaha untuk berbuat yang sempurna.
¶ Transformatif – kampiun sebagai penggerak perubahan sejati.
¶ Profesional dan perseptif – menuntaskan pekerjaan berdasar standar.
¶ Reorientatif – menyelaraskan dengan tuntutan perubahan.
¶ Kaya alternatif – pandai mencari pilihan.
¶ Interpretatif – menindaklanjuti strategi ke dalam aksi.
¶ Impulsif – bertindak atas dorongan nurani.
¶ Progresif – keinginan dan dorongan ingin maju.
¶ Apresiatif – menghargai prestasi fihak lain.
¶ Distinctif – tidak sekedar tampil beda.
¶ Edukatif – senantiasa menjadi guru.
¶ Tidak agitatif – menggerakkan perubahan tanpa guncangan.
BEKAL MENUJU
PUNCAK PRESTASI
¶ Orientasi berpikir selalu kedepan.
¶ Menggunakan masa lalu sebagai pijakan untuk melompat.
¶ Mundur untuk maju ke depan 3 langkah.
¶ Mengalah untuk menang.
¶ Mampu mengawasi diri sendiri.
¶ Mampu memerintah dirinya sendiri.
¶ Sibuk mencari tantangan.
¶ Pantang untuk berdiam diri.
¶ Resiko dianggap makanan pokok.
¶ Lebih memilih tanggung jawab yang lebih besar.
¶ Menganggap keluh kesah sebagai musuh dalam selimut.
¶ Menyiapkan diri terlibat dalam pengambilan keputusan yang lebih penting.
¶ Antara kata dan perbuatan tidak pernah bersimpang jalan.
¶ Setiap hari berusaha untuk memecahkan masalah.
¶ Menjadikan kesibukan sebagai teman dekatnya.
¶ Membaca buku adalah menu tetapnya.
¶ Otaknya selalu diputar untuk mendapatkan ide dan inovasi baru.
¶ Memprioritaskan kewajiban dari pada hak.
¶ Menganggap kewajiban sebagai kebutuhan.
¶ Menyadari bahwa hak datang dengan sendirinya jika hak dilaksanakan dengan ikhlas.
¶ Senantiasa berperan sebagai inisiator perubahan.
¶ Tidak suka mencari kambing hitam.
¶ Jika muncul masalah, menganggap dirinya yang menjadi kambing hitam.
¶ Tidak mudah menyerah pada keadaan sebelum mengeluarkan seluruh potensinya.
¶ Setiap bertindak selalu penuh perhitungan.
¶ Tidak pernah ketinggalan untuk mengikuti perkembangan.
¶ Mampu melihat dan menciptakan peluang.
¶ Berani mencoba sesuatu yang beresiko.
¶ Sering berpikir yang orang lain tidak pernah memikirkan.
¶ Tidak pernah berpikir negatif tentang perubahan.
¶ Sering mengancam dirinya sendiri untuk berbuat yang lebih baik.
¶ Tidak suka dengan hasil yang biasa-biasa saja.
¶ Berusaha untuk membuat orang lain menjadi puas.
¶ Bersikap tegas, lugas, tetapi luwes.
¶ Sadar bahwa apa yang dilakukan harus mendapat ridho dari Allah Yang Maha Mengatur.
MANAJER
SEBAGAI GURU
¶ Memiliki ilmu untuk mengajar.
¶ Mampu menjabarkan sesuatu secara gamblang.
¶ Senantiasa berkeinginan bawahannya bertambah pintar.
¶ Tidak pelit terhadap ilmu dan pengalaman.
¶ Sadar bahwa menularkan ilmu adalah termasuk amal jariah yang pahalanya terus menerus tidak pernah putus.
¶ Tidak pernah takut disaingi oleh bawahannya.
¶ Senang jika memiliki anak buah yang berprestasi.
¶ Di manapun berada ingin selalu menularkan ilmunya.
¶ Menjadi guru tapi berusaha orang lain merasa tidak digurui.
¶ Sikap dan perilakunya siap untuk menjadi contoh.
¶ Tidak suka melihat kemungkaran.
¶ Tidak suka melihat kemunduran.
¶ Dalam benaknya selalu terisi keinginan bagaimana orang lain bisa tambah maju.
MANAJER
SEBAGAI MURID.
¶ Menganggap orang lain sebagai guru.
¶ Senantiasa melihat orang lain dari sisi kelebihan.
¶ Tidak pernah malu untuk belajar.
¶ Tidak pernah enggan untuk bertanya.
¶ Selalu belajar dari apa yang dikerjakan orang lain.
¶ Tidak pernah bosan untuk membaca.
¶ Tidak pernah kehabisan sesuatu untuk dipelajari.
¶ Menyadari bahwa ilmu adalah suatu kekayaan yang tidak ada bandingnya.
¶ Pengalaman orang lain menjadi guru gratis yang harus dimanfaatkan.
¶ Dan sadar bahwa Allah adalah sumber dari segala sumber ilmu.
¶ Sadar bahwa ilmu yang bisa dikuasai manusia hanya sebagian kecil dari ilmu Allah, sehingga tidak pernah merasa sombong.
KEMAMPUAN
YANG HARUS DIMILIKI
SEORANG MANAJER
¶ Mampu merumuskan visi dan misi.
¶ Mampu melihat kelebihan dan kelemahan organisasi.
¶ Mampu melihat adanya peluang dan ancaman.
¶ Mampu menentukan sasaran dan tujuan.
¶ Mampu membuat strategi untuk mencapai sasaran.
¶ Mampu membuat kebijakan untuk mendukung strategi.
¶ Mampu menyusun program kerja.
¶ Mampu mendistribusikan pekerjaan.
¶ Mampu memilih orang yang tepat.
¶ Mampu mengkoordinasikan kegiatan.
¶ Mampu melakukan pengawasan secara efektif.
¶ Mampu membuat skala prioritas.
¶ Mampu melakukan analisa secara tepat.
¶ Mampu mengidentifikasikan masalah.
¶ Mampu membuat beberapa alternatif.
¶ Mampu memilih alternatif yang paling menguntungkan.
¶ Mampu membuat keputusan dengan tepat.
¶ Mampu menilai kinerja secara obyektif.
MANAJER SEBAGAI
PELAYAN ANAK BUAHNYA
¶ Memiliki kiat bagaimana memberikan pelayanan secara prima.
¶ Sadar bahwa sebagai manajer pada hakekatnya adalah juga sebagai pelayan.
¶ Salah satu tugas utama adalah melayani sehingga kegiatan dapat berjalan.
¶ Menampung aspirasi dari anak buahnya.
¶ Sabar dan telaten dalam melayani keinginan bawahannya.
¶ Mampu bertindak adil dan proporsional.
¶ Tidak mengambil keuntungan pribadi dalam memberikan pelayanan.
¶ Kepuasan bawahannya menjadi prioritasnya.
¶ Memiliki kepedulian dan kepekaan yang tinggi.
¶ Menjadi contoh dan teladan dalam melayani pelanggan.
MAMPU MENJALANKAN
FUNGSI KEPEMIMPINAN
¶ Memiliki kharisma.
¶ Mampu mempengaruhi orang lain.
¶ Mampu menjadi contoh dan teladan.
¶ Memiliki kemampuan berbicara.
¶ Mampu berkomunikasi dengan baik.
¶ Mampu berdiplomasi.
¶ Mampu menggerakkan massa.
¶ Mampu menggerakkan semangat.
¶ Mampu memberikan pengoyoman kepada anak buah.
¶ Mampu mendengar keluh-kesah bawahan.
¶ Mampu bersikap adil dan tidak pilih kasih.
¶ Mampu memberikan pujian yang tulus.
¶ Mampu memberikan jalan keluar setiap ada masalah.
¶ Mampu memberikan pembelajaran pada bawahan.
¶ Mampu mengajak bawahan kepada perilaku positif.
¶ Mampu melihat permasalahan dengan hati yang jernih.
¶ Mampu menahan hawa nafsu.
¶ Mampu mengendalikan dari perbuatan yang tidak pantas.
¶ Mampu meminta maaf dan memberi maaf.
MANAJER
BERWAWASAN LUAS
¶ Senantiasa mengikuti perkembangan jaman.
¶ Senantiasa mengikuti perubahan.
¶ Senantiasa belajar dan membaca.
¶ Menguasai secara detil pada bidangnya.
¶ Menguasai tentang sosial politik.
¶ Senantiasa mengikuti perkembangan tehnologi.
¶ Tahu banyak tentang tehnologi informasi.
¶ Tahu banyak tentang ekonomi mikro dan makro.
¶ Tahu banyak tentang psikologi industri.
¶ Menguasai beberapa bahasa.
¶ Tahu banyak tentang ilmu komunikasi.
¶ Tahu banyak tentang ilmu pemasaran.
¶ Menguasai ilmu-ilmu yang terkait dengan bidang kegiatannya.
MEMILIKI
KESTABILAN JIWA
¶ Tidak mudah tergoda hal-hal negatif.
¶ Tidak mudah marah dan emosi.
¶ Tidak mudah putus asa.
¶ Tidak mudah mempercayai fitnah.
¶ Tidak mudah kecewa.
¶ Tidak mudah 'nglokro'.
¶ Tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas.
¶ Memiliki prinsip yang kuat.
¶ Senantiasa berpikir sebelum bertindak.
¶ Senantiasa menggunakan hati nurani.
¶ Memiliki konsistensi tinggi.
¶ Menjunjung tinggi komitmen.
MEMBERIKAN PERINTAH
SECARA BIJAK
¶ Memahami makna dan arti perintah.
¶ Perintah sebagai penggerak kegiatan organisasi.
¶ Perintah sebagai saran komunikasi dengan bawahan.
¶ Memberikan perintah merupakan kewajiban sebagai seorang manajer.
¶ Perintah sebagai bentuk kepercayaan kepada bawahan.
¶ Perintah merupakan konsekuensi logis dari adanya hirarki organisasi.
¶ Perintah merupakan bentuk amanah.
¶ Perintah sebagai tugas dan tanggung jawab seorang manajer.
¶ Perintah hakekatnya merupakan hal yang strategis.
¶ Memberikan perintah diartikan sebagai bentuk ibadah.
¶ Perintah jangan dilakukan sebagai bentuk kekuasaan.
¶ Perintah jangan dilakukan untuk pelampiasan ambisi.
¶ Perintah jangan dilakukan sebagai hukuman.
¶ Perintah jangan diberikan secara kasar dan menyakitkan.
¶ Perintah hendaknya diberikan secara santun.
¶ Perintah hendaknya mempertimbangkan kemampuan bawahan.
¶ Perintah sebaiknya diberikan seolah-olah minta tolong.
¶ Perintah diberikan dengan mempertimbangkan kondisi mental dan emosi bawahan.
¶ Perrintah sebaiknya diberikan secara persuasif.
¶ Perintah hendaknya diberikan dengan tetap menghargai martabat bawahan.
¶ Perintah sebaiknya tidak diberikan dalam keadaan marah.
¶ Perintah sebaiknya diberikan secara bertahap.
¶ Perintah diberikan secara hirarki.
¶ Perintah dapat diberikan secara lisan.
¶ Perintah bisa diberikan secara tertulis.
¶ Perintah bisa bersifat saran.
¶ Perintah bisa bersifat tegas.
¶ Perintah harus diberikan sehingga bawahan merasa rela dan ikhlas untuk melaksanakan perintah tersebut.
MEMBERIKAN
TEGURAN SECARA BIJAK
¶ Memahami hakekat memberi teguran.
¶ Teguran untuk meluruskan adanya penyimpangan.
¶ Teguran sebagai bentuk kontrol dan pengawasan.
¶ Teguran harus bersifat konstruktif.
¶ Teguran sebaiknya dilakukan secara hati-hati.
¶ Teguran sebaiknya dilakukan dengan kata-kata santun.
¶ Teguran sebaiknya diberikan empat mata.
¶ Teguran sebaiknya diberikan dengan menunjukkan kesalahannya.
¶ Teguran bukan merupakan pelampiasan kekesalan.
¶ Teguran bukan bentuk pelampiasan dendam.
¶ Teguran bukan karena menuruti hawa nafsu.
¶ Teguran merupakan proses peningkatan kemampuan bawahan.
¶ Teguran merupakan perhatian atasan terhadap bawahan. Teguran merupakan rasa cinta atasan kepada bawahan.
¶ Teguran seharusnya bukan merupakan yang ditakuti.
¶ Teguran harus diberikan secara menyenangkan.
¶ Teguran diberikan dengan keyakinan bahwa bawahan melakukan kesalahan.
¶ Teguran diberikan dengan mempertibangkan karakter bawahan
¶ Teguran diberikan dengan melihat kondisi kesehatan bawahan.
¶ Teguran sebaiknya diberikan secara jelas dan tepat sasaran.
¶ Teguran diberikan secara persuasif.
¶ Teguran diberikan dengan mempertimbangkan waktu dan tempat.
¶ Teguran diberikan hanya dengan maksud untuk memperbaiki.
¶ Teguran sebaiknya diberikan dengan didahului memberikan pujian.
¶ Teguran diberikan dengan mempertimbangkan prestasi bawahan.
¶ Teguran sebaiknya diberikan dengan mempertimbangkan pangkat dan jabatan.
¶ Teguran juga harus mempertimbangkan besar kecilnya akibat kesalahan.
¶ Teguran sebaiknya bukan karena sentimen pribadi.
¶ Teguran diberikan dengan tidak menyebut kelemahan bawahan.
¶ Teguran diberikan dengan tidak ada niatan untuk menusuk perasaan.
¶ Teguran sebaiknya tidak diberikan secara terus menerus.
¶ Teguran jangan sampai menyebabkan bawahan menjadi antipati.
¶ Teguran seharusnya membuat hubungan atasan dan bawahan semakin harmonis.
MANAJER TAMPIL
DENGAN PERCAYA DIRI
¶ Yakinlah dengan kemampuan diri sendiri.
¶ Usahakan mampu berkomunikasi dengan diri sendiri.
¶ Yakinlah bahwa setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan.
¶ Jauhkan rasa minder dan rendah diri.
¶ Bersikaplah biasa, tidak over dan tidak under.
¶ Usahakan mampu mengevaluasi diri.
¶ Konsistenlah untuk tetap meningkatkan kualitas diri.
¶ Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri.
¶ Hargai diri sendiri seperti menghargai orang lain.
¶ Yakinlah bahwa setiap orang memiliki keahlian yang tidak dimiliki orang lain.
¶ Yakinlah bahwa setiap orang akan bisa memaklumi kelemahan orang lain.
¶ Yakinlah bahwa setiap orang mau memaafkan kesalahan orang lain.
¶ Percaya diri bukan bersikap sombong.
¶ Percaya diri berarti seimbang dalam menghargai diri sendiri dan orang lain.
MANAJER DENGAN
DISIPLIN TINGGI
¶ Datang ke kantor tepat waktu.
¶ Tidak pernah meninggalkan atau pulang sebelum jam pulang.
¶ Memanfaatkan jam kerja secara efektif.
¶ Menggunakan waktu istirahat sebaik mungkin.
¶ Tidak menggunakan jam kerja untuk hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan urusan pekerjaan.
¶ Bekerja dengan perencanaan yang matang.
¶ Dalam membuat rencana hanya berpikir untuk kemajuan organisasi.
¶ Tertib terhadap aturan dan prosedur.
¶ Tertib terhadap administrasi.
¶ Menghadiri rapat dan undangan tepat waktu.
¶ Disiplin terhadap anggaran.
¶ Tidak main-main dengan anggaran.
¶ Tidak mau menerima yang bukan haknya.
¶ Tidak melakukan KKN.
ETIKA
MASUK KANTOR
¶ Mengucapkan salam lebih dulu kepada bawahannya.
¶ Selalu menampakkan wajah ceria.
¶ Selalu menampakkan senyum.
¶ Memandang semua orang yang ada dalam ruangan.
¶ Tanya kabar baik.
¶ Berjalanlah secara tegap tetapi tidak terkesan sombong.
¶ Pakai pakaian yang sopan.
¶ Jangan bertanya sesuatu sambil jalan.
¶ Upayakan anda bersikap sopan dihadapan bawahan.
ETIKA
BERBICARA
¶ Usahakan dalam berbicara menatap lawan bicara.
¶ Suara harus jelas terdengar.
¶ Menggunakan tata bahasa yang baik.
¶ Jangan menggunakan nada suara yang tinggi.
¶ Pembicaraan mudah dimengerti.
¶ Bisa mengimbangi lawan bicara.
¶ Berkeinginan menyenangkan lawan bicara.
¶ Mampu menciptakan rasa humor.
¶ Mau memuji lawan bicara.
¶ Mampu menjadi pendengar yang baik.
¶ Jangan membicarakan kejelekan orang lain.
¶ Jangan membicarakan hal-hal yang sensitif.
¶ Jangan memotong pembicaraan orang lain.
¶ Jangan mendominasi pembicaraan.
¶ Jangan terlalu banyak membicarakan diri sendiri.
HUBUNGAN
DENGAN ATASAN
¶ Hormatilah siapapun atasan anda.
¶ Mintalah saran dan petunjuk untuk dapat berkomunikasi derngan atasan.
¶ Jangan spontan menolak perintah atasan.
¶ Dengarkan dengan baik apa yang dikatakan atasan.
¶ Mintalah penjelasan lebih lanjut jika masih ragu-ragu.
¶ Usahakan tidak membuat kecewa atasan.
¶ Jika harus menolak perintah berikan alasan yang tepat dengan cara yang sopan.
¶ Jangan permalukan atasan didepan orang lain.
¶ Berikan masukan dan saran secara santun dan bijak.
¶ Hindari perilaku menjilat atasan.
¶ Jangan membuat repot atasan.
¶ Mintalah ijin jika harus meninggalkan pekerjaan.
¶ Jangan segan-segan minta maaf jika berbuat salah.
¶ Fahami bahwa semua atasan tidak mau dilangkahi kewenangannya.
HUBUNGAN DENGAN
TEMAN SELEVEL
¶ Jangan menganggap teman sebagai pesaing.
¶ Anggap teman selevel sebagai mitra kerja.
¶ Kembangkan kebiasaan saling membantu.
¶ Kembangkan kebiasaan saling mengingatkan.
¶ Kembangkan kebiasaan saling tukar menukar informasi.
¶ Kembangkan kebiasaan diskusi sehat.
¶ Hindarkan terjadi konflik.
¶ Jauhkan usaha untuk saling menjatuhkan.
¶ Jauhkan rasa iri dan dengki.
¶ Jangan mempermalukan teman dihadapan atasan.
¶ Usahakan menyamakan persepsi.
¶ Ikutlah senang jika teman mendapatkan kebahagiaan.
¶ Ucapkan selamat secepatnya jika teman mendapatkan promosi.
¶ Upayakan saling menghargai pendapat.
¶ Jangan segan-segan meminta maaf dan memberi maaf.
HUBUNGAN PERSONAL
DENGAN BAWAHAN
¶ Hargai bawahan sebagai manusia yang bermartabat.
¶ Jangan terlalu menunjukkan kekuasaan.
¶ Jangan gengsi untuk memberi salam lebih dulu.
¶ Tunjukkan senyuman bersahabat.
¶ Bicaralah dengan sopan terhadap mereka.
¶ Hindari kesan bahwa anda orang yang menakutkan.
¶ Jangan gila hormat.
¶ Bangun hubungan personal yang mesra.
¶ Sering-seringlah menanyakan tentang keadaannya.
¶ Bersikap baiklah terhadap keluarganya.
¶ Berikan ucapan selamat pada hari-hari bahagia mereka.
¶ Berilah bimbingan demi kemajuan mereka.
¶ Berikan perintah dan teguran secara bijak.
¶ Jangan gengsi meminta maaf jika anda jelas bersalah.
¶ Hindari rasa dendam terhadap anak buah.
¶ Ajaklah ke arah yang benar.
¶ Jangan sekali-kali mengajak mereka untuk menyimpang dari aturan.
¶ Ajaklah mereka untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan YME.
MENGANGGAP KANTOR
SEBAGAI RUMAH KEDUA
¶ Upayakan bisa krasan di kantor.
¶ Buat suasana kantor yang menyenangkan.
¶ Usahakan kantor bersih dan rapi.
¶ Buat sirkulasi udara yang sejuk atau lengkapi dengan AC.
¶ Lengkapi dengan penyegar ruangan.
¶ Hindari kesan sumpek dengan menata ruang kantor sebaik mungkin.
¶ Lengkapi kantor dengan foto-foto keluarga.
¶ Ubah posisi mebel dan tatanan ruang secara periodik.
¶ Pasang audio yang memadai.
¶ Buat ruang khusus untuk menjalankan ibadah.
¶ Telponlah keluarga secara periodik 3 atau 4 jam sekali untuk menghadirkan kesan seperti di rumah.
MENGENALI BAWAHAN
YANG 'MBELING'
¶ Mereka yang memiliki hobi terlambat.
¶ Mereka yang malas bekerja.
¶ Mereka yang suka pulang sebelum waktunya.
¶ Mereka yang hanya berfikir tentang hak.
¶ Mereka yang suka membantah perintah.
¶ Mereka yang suka protes.
¶ Mereka yang selalu curiga pada atasan.
¶ Mereka yang memiliki hobi memfitnah.
¶ Mereka yang suka menghilang dalam jam kerja.
¶ Mereka yang sok 'ngathok' pada atasan.
¶ Mereka yang suka 'nyantai' dalam jam kerja.
¶ Mereka yang hobinya memprovokasi temannya.
¶ Mereka yang suka membawa pulang barang kantor.
¶ Mereka yang suka minta uang semir.
¶ Mereka yang hobinya menunda pekerjaan.
¶ Mereka yang memiliki hobi 'ngutang'.
¶ Mereka yang memalsu jam lembur.
¶ Mereka yang bekerja asal-asalan.
¶ Mereka suka lari dari tanggung jawab.
¶ Mereka yang bilang 'nggih-nggih ora kepanggih'.
¶ Mereka yang hobi menggunjing orang lain.
¶ Mereka yang suka berpura-pura sibuk.
¶ Mereka yang suka absen tidak masuk kerja.
¶ Mereka yang senang jika Bos pergi.
¶ Mereka yang mahir cari alasan.
¶ Mereka yang suka bikin pusing atasan.
¶ Mereka yang selalu iri hati pada orang lain.
¶ Mereka yang suka bohong.
¶ Mereka yang suka setor dan cari muka.
¶ Mereka yang hobi mencari kesalahan orang lain.
¶ Mereka yang sering melaporkan teman pada atasan.
¶ Mereka yang suka ambil keuntungan dari kegiatan.
¶ Mereka yang pintar mencari kambing hitam.
¶ Mereka yang suka konflik dengan teman.
¶ Mereka yang mau menangnya sendiri.
¶ Mereka yang senang melihat temannya menderita.
¶ Mereka yang suka menjegal temannya.
¶ Mereka yang suka ijin meninggalkan pekerjaan.
¶ Mereka yang suka menjelek-jelekkan atasan.
¶ Mereka yang suka main judi.
¶ Mereka yang suka main selingkuh.
¶ Mereka yang panjang tangan.
¶ Mereka yang tidak pernah bersyukur.
¶ Mereka yang tidak pernah ibadah.
MEMBANGUN DISIPLIN
MELALUI KECERDASAN
SPIRITUAL DAN EMOSIONAL
Memahami hakekat disiplin:
¶ Disiplin merupakan nilai ketaatan dan kepatuhan.
¶ Disiplin mencerminkan sikap malu berbuat yang menyimpang.
¶ Disiplin berarti loyal terhadap norma dan aturan.
¶ Disiplin artinya cinta terhadap keteraturan dan ketertiban.
¶ Disiplin berarti mampu membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.
¶ Disiplin berarti mampu mengendalikan diri.
¶ Disiplin berarti tahu standar perilaku yang baik.
¶ Disiplin akan tumbuh dengan latihan dan kebiasaan.
Niat untuk bersikap disiplin:
¶ Meyakini bahwa disiplin adalah sesuatu yang bersifat positif.
¶ Meyakini bahwa bersikap disiplin merupakan bagian dari amal soleh.
¶ Niat merupakan pemicu untuk berbuat disiplin.
¶ Yakin bahwa disiplin akan membuahkan keberhasilan dan kesuksesan.
¶ Menjadikan disiplin sebagai suatu kebutuhan.
¶ Merasakan disiplin sebagai sesuatu yang membahagiakan.
¶ Bersikap disiplin dengan hati yang ikhlas.
Tahu siapa pengawas yang sesungguhnya:
¶ Berbuat disiplin bukan karena pamrih.
¶ Menyadari bahwa Tuhan adalah pengawas yang sesungguhnya.
¶ Malu pada diri sendiri jika tidak disiplin.
¶ Manusia bisa dibohongi, tetapi Tuhan akan tahu apa yang kita lakukan.
¶ Manusia tidak pernah lepas dari pengawasan Tuhan.
¶ Kesadaran bahwa kita selalu diawasi oleh Yang Maha Tahu, maka akan membuat kita bersikap disiplin.
¶ Jadi Pengawas yang sesungguhnya adalah Tuhan Yang Maha Tahu.
Apa yang menjadi hambatan untuk berbuat disiplin:
¶ Menganggap disiplin sebagai suatu siksaan.
¶ Merasa tidak ada yang mengawasi.
¶ Menuruti hawa nafsu.
¶ Sikap egois dan mencari enaknya sendiri.
¶ Tergoda contoh yang tidak baik.
¶ Adanya kesempatan untuk berbuat menyimpang.
¶ Tidak merasa berdosa.
Ruang lingkup disiplin:
¶ Disiplin terhadap kewajiban beragama.
¶ Disiplin terhadap aturan dan undang-undang.
¶ Disiplin terhadap waktu.
¶ Disiplin terhadap perencanaan.
¶ Disiplin terhadap anggaran dan biaya.
¶ Disiplin terhadap hierarki organisasi.
¶ Disiplin terhadap hasil kesepakatan.
¶ Disiplin terhadap kaidah hubungan antar manusia.
Memahami manfaat bersikap Disiplin:
¶ Hidup menjadi lebih teratur.
¶ Tingkat kesuksesan dalam hidup relatif tinggi.
¶ Kerja bisa lebih efektif dan efisien.
¶ Dapat mengiliminir.
¶ Kepuasan kerja relatif lebih tinggi.
¶ Hubungan vertikal dan horizontal menjadi lebih menjadi lebih baik.
Membangun Motivasi Diri
MELALUI KECERDASAN
SPIRITUAL DAN EMOSIONAL
Niat kerja untuk ibadah:
¶ Menyadari untuk apa manusia diciptakan.
¶ Menelusuri siapa sebetulnya yang memberi gaji atau rejeki.
¶ Merenungi sebetulnya kontrak kerja kita ini dengan siapa? Dengan perusahaan atau dengan Tuhan.
¶ Kita sadari bahwa apa yang kita kerjakan tidak pernah lepas dari pengawasan Tuhan.
¶ Niat kerja yang benar akan meringankan beban kerja.
¶ Niat kerja untuk ibadah berarti selalu mengharap ridho Allah.
¶ Niat kerja yang lurus akan mendorong hati menjadi ikhlas.
¶ Hati yang ikhlas dalam melaksanakan kerja membuat semangat lebih tinggi.
¶ Niat kerja untuk ibadah membuat rejeki yang diperoleh menjadi lebih barokah.
¶ Niat kerja untuk ibadah menghilangkan rasa malas.
¶ Niat kerja untuk ibadah memberikan dua keuntungan, keuntungan di dunia dan di akherat.
¶ Niat kerja untuk ibadah dapat menjauhkan dari perbuatan yang melanggar hukum.
Pandai mensyukuri nikmat:
¶ Jika kita pandai bersyukur nikmat akan ditambah.
¶ Jika kita ingkar terhadap nikmat pasti Allah akan menyiksa.
¶ Orang yang pandai bersyukur hidupnya selalu berkecukupan.
¶ Orang yang bersyukur hatinya selalu senang.
¶ Orang yang bersyukur, motivasinya lebih tinggi.
¶ Untuk bisa bersyukur kita sering melihat orang yang dibawah kita.
¶ Untuk bisa bersyukur kita sering menghitung-hitung apa yang diberikan oleh Allah.
¶ Bersyukur bisa melalui lisan.
¶ Bersyukur bisa melalui hati.
¶ Bersyukur bisa melalui perbuatan.
¶ Bersyukur yang sempurna adalah melalui ketiga-tiganya.
¶ Manajer yang pandai bersyukur akan senantiasa hidup damai penuh barokah.
¶ Manajer yang pandai bersyukur akan dimudahkan urusannya.
¶ Manajer yang pandai bersyukur memiliki motivasi kerja yang tinggi.
Mengerjakan tugas dengan ikhlas:
¶ Mengerjakan tugas sebagai suatu kepercayaan.
¶ Meyakini bahwa apa yang dikerjakan akan bermanfaat bagi orang lain.
¶ Mengerjakan tugas bukan kerena atasan tetapi karena semata-mata karena Allah.
¶ Bekerja untuk mencari rejeki yang halal.
¶ Meyakini bahwa apa yang dikerjakan tidak akan sia-sia jika dikerjakan secara ikhlas.
¶ Menyadari akan kewajiban dan tanggung jawab.
¶ Rasa ikhlas akan mampu merubah yang berat menjadi ringan.
¶ Tidak merangsang sifat iri dan dengki pada orang lain.
¶ Karena ikhlas berapapun rejeki yang diterima dapat diterima dengan senang.
¶ Tidak pernah mengeluh.
¶ Tidak merasa berat dalam melaksanakan tugas.
¶ Tugas seperti apapun akan dikerjakan dengan senang.
¶ Pekerjaan yang dikerjakan dengan senang akan memberikan hasil yang lebih baik.
¶ Lebih serius di dalam menangani pekerjaan.
¶ Hati yang ikhlas akan mendorong semangat kerja.
¶ Manajer yang ikhlas akan terlihat lebih tenang dalam menjalankan tugas.
Mampu mengelola rasa kecewa:
¶ Rasa kecewa akan langsung berpengaruh terhadap turunnya motivasi kerja.
¶ Kecerdasan emosional akan membantu mengendalikan rasa kecewa.
¶ Kecewa adalah manusiawi, tetapi yang harus dilakukan bagaimana mengelolanya.
¶ Atau bagaimana tidak muncul rasa kecewa.
¶ Angan-angan terlalu tinggi termasuk penyebab kekecewaan.
¶ Terlalu berharap namun tidak tercapai akan membuat kita kecewa.
¶ Seharusnya kita sadar bahwa orang yang kecewa akan menyiksa diri.
¶ Seharusnya apa yang terjadi itulah yang terbaik.
¶ Manusia berencana tetapi Tuhan yang menentukan.
¶ Meyakini bahwa kita tidak lepas dari takdir Allah.
¶ Namun manusia wajib berusaha.
¶ Rasa kecewa bisa dikendalikan jika kita pandai bersyukur.
¶ Berserah diri kepada Tuhan adalah cara ampuh untuk mengendalikan rasa kecewa.
Memuaskan diri dengan hasil kerja:
¶ Manajer bijak akan memuaskan diri dari hasil kerja yang telah dilakukan.
¶ Prestasi kerja yang baik akan memberikan kepuasan yang lestari.
¶ Gaji dan pangkat tidak selalu memberikan kepuasan yang kekal.
¶ Bagaimana membawa hati untuk berpuas dengan hasil kerja atau prestasi.
¶ Orang yang tidak bekerja dengan baik akan sulit untuk mendapat kepuasan.
¶ Orang yang ingin mendapat kepuasan dari hasil kerja akan senantiasa meningkatkan prestasinya.
¶ Orang merasa puas akan memiliki motivasi yang tinggi.
¶ Setiap hari kita bisa puas jika setiap hari kita juga bekerja dengan baik.
¶ Orang akan puas dengan apa yang didapat jika dia juga bisa menerima dengan rasa syukur.
Senang dicontoh orang lain:
¶ Senang dicontoh orang lain merupakan cara untuk memotivasi diri untuk berbuat yang lebih baik.
¶ Senantiasa berusaha untuk berbuat sesuatu dengan benar.
¶ Berusaha berbuat yang terbaik.
¶ Berusaha tidak berbuat yang tidak pantas.
¶ Menyadari bahwa setiap apa yang dilakukan sangat mungkin ditiru oleh orang lain, terutama bawahannya.
¶ Berusaha untuk konsisten dan konsekuen.
¶ Merasa bahwa dicontoh orang lain merupakan ibadah.
¶ Karena selalu dicontoh orang lain akan memotivasi diri untuk bekerja dengan baik.
REWARD AND PUNISHMENT
BUKAN SATU-SATUNYA
MOTIVATOR
¶ Dengan kondisi dan sistem remunerasi yang berlaku di negeri kita masih belum baik, maka reward and punishment justru sering memproduksi kekecewaan.
¶ Sebaiknya untuk memotivasi diri tidak terfokus dengan adanya reward and punisment.
¶ Penghargaan belum tentu tepat sasaran, sering yang prestasinya jelek malah mendapat penghargaan.
¶ Orang yang jelas salah sering kali tidak diberi sangsi.
¶ Hal-hal demikian akan membuat kecewa.
¶ Seharusnya motivasi dimunculkan baik ada reward atau tidak.
¶ Kita sadar bahwa motivasi harus selalu ada karena motivasi sangat terkait dengan kewajiban yang harus kita kerjakan.
¶ Kita menerima hak maka kewajiban harus dilaksanakan.
¶ Kewajiban bisa dikerjakan dengan baik jika ada motivasi.
¶ Seorang manajer seharusnya menjadi contoh untuk tetap menjaga motivasinya apakah ada reward atau tidak.
MEMBUAT BOSS
PUAS DAN TERSENYUM
¶ Tunjukkan sikap disiplin yang tinggi.
¶ Tunjukkan etos kerja yang kuat.
¶ Bantulah secara total tugas-tugas Boss.
¶ Jangan repotkan Boss dengan perilaku kita.
¶ Dukung program-program Boss yang saat ini menjadi prioritas.
¶ Jangan suka bikin masalah.
¶ Jangan menunggu perintah Boss.
¶ Ambil peran yang berarti untuk membantu masalah yang sedang dihadapi Boss.
¶ Jangan sekali-kali menggurui Boss.
¶ Jangan mengritik Boss tanpa memberi alternatif.
¶ Jangan membuat Boss jadi kecewa.
¶ Perhatikan hal-hal yang disukai Boss.
¶ Beri informasi Boss lengkap dengan data.
¶ Jangan sok jadi tukang fitnah.
¶ Pastikan bahwa anda tidak hanya pandai bicara.
Inilah 10 Sumber Penghasilan Blog yang Bisa Mengalir Deras Masuk Kantong Anda

Dunia internet itu selalu tanpa batas. Banyak hal yang sepertinya tak mungkin, tapi nyatanya bisa terjadi.
Dulu sebelum internet lahir, banyak orang yang hanya ingin “hidup” saja (belum kaya) harus benar-benar menguras keringatnya untuk bekerja. Dari pagi sampai sore bahkan terkadang malam hari, mereka harus bergelut dengan pekerjaannya. Itupun kadang hasilnya tidak sepadan. Waktu dan tenaga mereka yang habis untuk bekerja hanya cukup untuk makan ala kadarnya.
Tapi sekarang, begitu internet lahir, sudah tidak terhitung berapa orang yang bukan hanya bisa bekerja gara-gara teknologi ini, tapi juga bisa kaya mendadak tanpa harus keluar keringat. Tidak sedikit para internet marketer yang cuma tinggal klak-klik mousenya dan uangpun mengalir sendiri ke kantongnya. Itupun dilakukan di ruangan ber-AC dengan tubuh yang bisa bebas bergerak. Tidak harus selalu berada di bawah meja seperti para orang kantoran. Kadang para internet marketer itu melakukannya sambil liburan di pantai, melihat ombak yang gulung-menggulung seperti halnya uang yang juga gulung-menggulung masuk kantong.
Seperti itulah berkah dari internet. Yang mampu membuat seseorang yang hampir terperosok di jurang kemelaratan tiba-tiba melesat berada di puncak kesuksesan.
Maksud saya berbincang ngalor-ngidul tadi adalah kesempatan sukses lewat internet itu selalu terbuka lebar. Tinggal anda mau masuk menggelutinya atau diam di tempat seperti sekarang selama-lamanya.
Pilihan sepenuhnya ada pada anda!
Baiklah. Sekarang saya akan tunjukkan jalan anda bisa kaya lewat blog. Ada beragam sumber penghasilan yang akan terus mengalir memenuhi kantong anda.
- Iklan. Ini mungkin yang paling umum dilakukan orang. Dan tidak sedikit juga blogger Indonesia yang sudah mendapat jutaan rupiah per bulannya. Program iklan yang paling banyak dipakai seperti Google Adsense, WidgetBucks, dan Text Link Ads.
- Affiliate Program. Banyak sekali affiliate program yang bisa anda ikuti. Misalnya seperti Formula Bisnis yang saya kelola yang sudah membantu ribuan orang lepas dari kemelaratan. Atau affiliate program luar negeri yang cukup bagus seperti Clickbank, Linkshare, Commission Junction, dan Amazon.
- Iklan langsung. Anda pun punya kesempatan menambah pundi-pundi uang lewat iklan secara langsung. Maksudnya, perusahaan atau lembaga yang tertarik berpromosi lewat blog anda, bisa langsung memasang iklan tanpa perantara. Anda pun bisa jemput bola dengan menawarkannya kepada mereka. Tapi tentu mereka tak mau asal pasang iklan. Tetap juga dilihat apakah blog anda trafficnya tinggi, pengunjung blog anda sesuai dengan target market perusahaan, dan citra blog anda tidak menganggu citra perusahaan.
- Blog network. Bergabung dengan blog network bisa menambah pemasukan anda. Biasanya blog network yang anda ikuti juga akan membagikan penghasilan dari iklan yang diperoleh.
- Menjual Blog. Anda bisa buat blog dengan tujuan untuk dijual kembali. Jika blog anda trafficnya tinggi, biasanya banyak yang tertarik membeli. Di luar negeri, hal ini sudah biasa terjadi. Jadi anda tinggal buat blog, kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Lalu anda tinggal buat blog baru untuk dikembangkan lagi dan dijual lagi.
- Jual merchandise. Jika blog anda sudah memiliki banyak penggemar, anda bisa meraup lebih banyak uang dengan menjual merchandise bertuliskan blog anda. Misal bentuknya berupa kaos, mug, atau kalender.
- Konsultan Blog. Anda bisa menjadi konsultan bagi orang-orang yang berniat membuat blog. Anda bisa pasang tarif untuk setiap konsultasi. Di luar negeri, profesi konsultan blog ini sudah berkembang pesat. Dan di negeri kita, profesi ini sudah mulai menggeliat. Dengan mulai tumbuhnya blog korporat, Anda pun bisa menyasar perusahaan-perusahan sebagai calon klien anda.
- Seminar. Anda bisa buat seminar tentang dunia blog. Atau temanya spesifik seperti blog yang anda punya. Ini salah satu cara untuk meraup lebih banyak lagi uang masuk ke kantong anda.
- Bisnis Menulis Blog. Karena isi blog terutama tulisan, ini juga bisa anda jadikan peluang sumber penghasilan. Anda bisa tawarkan diri untuk mengisi blog-blog orang lain.
- Menulis di media massa. Bukan hanya menulis di blog sendiri atau blog orang lain, anda pun bisa menulis di media konvensional seperti koran atau majalah. Anda bisa cantumkan profesi sebagai blogger. Anda juga bisa membuat buku tentang dunia blog atau tema lainnya. Selain aliran uang makin deras, nama anda juga akan makin berkibar.
Sangat banyak kan sumber penghasilan yang bisa anda buat dengan blog? Prinsipnya jangan pernah puas dengan sumber penghasilan yang sudah anda punya selama ini. Terus buat sumber baru. Dengan kreativitas, anda pasti bisa kembangkan sumber penghasilan baru yang tak terduga. Dengan memperbanyak sumber aliran uang, selain pasti memperbesar aliran uang, anda juga memperkecil risiko kegagalan usaha.
Ada yang mau menambahkan sumber penghasilan di atas?
Related Posts:
- Bagaimana Meraup Untung Besar dari Blog yang Sederhana (Bagian 1)
- 4 Kunci Utama untuk Meningkatkan Penghasilan Bisnis Internet Anda
- Memoles Tampilan Blog Anda: Pakai Desain yang Memikat dan Font yang Tepat
- Berikan ‘Value’, Bukan Produk! (Bagian 2)
- Tren dan Prediksi Bisnis Internet 2009, Apa dan Bagaimana? (Bagian 1)
